Mengenal Sosok Wamentan Pilihan Jokowi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 24 Des 2020 14:02 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengenalkan 6 menteri barunya dalam reshuffle kabinet pertama Jokowi-Maruf untuk Kabinet Indonesia Maju.
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 6 menteri dan 5 wakil menteri (wamen) baru pengisi Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta kemarin. Salah satu posisi baru dalam kabinet ialah Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) yang dijabat oleh Harvick Hasnul Qolbi.

Harvick adalah seorang tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Jabatan terakhir yang diembannya sebelum menjadi Wamentan adalah Bendahara PBNU. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU).

Berdasarkan catatan detikcom, Harvick juga pernah tercatat sebagai calon Ketua Umum Persija Jakarta pada tahun 2015. Namun, dirinya tidak melanjutkan perjuangannya memperebutkan kursi Ketua Umum Persija karena tidak mengembalikan formulir B1 sampai deadline.

Setelah dilantik Jokowi, Harvick bercerita kapan dirinya mendapat kabar akan ditunjuk menjadi Wamentan. Ia menuturkan, dirinya baru mendapat kabar dari pihak Istana pada Selasa (22/12), tepatnya di sore hari.

"Mengenai kapan waktu saya dihubungi untuk diminta menjadi Wakil Menteri Pertanian, itu saya baru diminta kemarin sore. Itu yang diharapkan oleh Bapak Presiden," ungkapnya dalam konferensi pers virtual yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (23/12/2020).

Sebagai Wamentan, ia ditugasi Jokowi menyelesaikan masalah dalam persoalan ketahanan pangan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

"Atas berkenan Allah SWT melalui tangan Bapak Presiden dan Wakil Presiden, saya diamanahkan untuk membantu Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai Wakil Menteri Pertanian. Ada beberapa hal yang krusial yang Bapak Presiden pesankan ke saya. Terutama sekali ketahanan pangan ke depan di tengah pandemi," kata Harvick.

Lebih lanjut, ia mengatakan persoalan ketahanan pangan ini sangat krusial karena ada ancaman gangguan produksi dari pandemi COVID-19.

"Ini menjadi hal yang sangat serius, mengingat ruang gerak produk-produk pertanian kemungkinan besar terganggu. Jadi, rice estate dan lain-lain, tepatnya program-program itu berharap saya bisa bersinergi membantu Bapak Menteri," imbuh dia.

Ke depannya, ia akan langsung bergerak cepat sebagai Wamentan untuk melaksanakan tugas yang diberikan Jokowi tersebut.

"Selebihnya saya mungkin akan bertindak cepat dengan Bapak Menteri, bagaimana mengatasi masalah-masalah yang tengah terjadi di tengah pandemi di negara kita," pungkas dia.

(dna/dna)