Kisah Perantau Jadi Agen Bank di Kalimantan, Cuan Rp 15 Juta

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 14:03 WIB
Agen BRILink
Foto: Yudistira Imandiar/detikcom
Putussibau -

Di pertengahan tahun 1980-an Warti'ah hijrah dari Jawa Tengah ke Kalimantan Barat bersama orang tua. Mereka mencoba peruntungan baru jauh dari kampung halaman.

Di Kalimantan Barat, Warti'ah memulai babak baru kehidupannya. Tanah Borneo ternyata menjadi tempat baginya untuk menemukan jodoh, seorang lelaki Jawa yang juga berjuang sebagai transmigran.

Setelah menikah, Warti'ah bersama suami menjajaki usaha toko kelontong di Putussibau, Kalimantan Barat. Di sebuah bangunan sederhana yang berdiri di atas rawa, wanita kelahiran tahun 1967 ini menjajakan sembako dan kebutuhan rumah tangga.

Sebagai transmigran, Warti'ah dan suami menanamkan sikap ulet dan tekun dalam berusaha. Hal itu membuahkan hasil manis. Seiring perjalanan waktu, toko kelontong mereka berkembang semakin besar, barang-barang yang dijual semakin banyak.

Tahun 2018, Warti'ah yang oleh warga setempat akrab disapa Bude menjajaki peluang usaha baru. Ia mendaftar sebagai agen BRILink yang melayani berbagai transaksi keuangan buat masyarakat. Adapun layanan yang disediakan yakni transfer uang, menabung, dan tarik tunai.

"Waktu awal itu ya nggak langsung paham. Saya gaptek banget, nggak ngerti gimana pakai alatnya (EDC). Beberapa kali transaksi gagal tapi kami nggak tahu, ternyata saldo sudah terpotong," cerita Wartiah Ketika ditemui detikcom beberapa waktu lalu.

Agen BRILinkAgen BRILink Foto: Yudistira Imandiar/detikcom

Warti'ah mengaku mendapatkan pendampingan intensif dari pihak BRI dalam menjalankan BRILink. Sekarang, Warti'ah dan suami sudah tidak lagi mengalami kendala seperti dulu.

"Dari kantor BRI sangat support dengan sabarnya membimbing kita. Alhamdulillah sekarang sudah ngerti masalah internet, kalau dulu gaptek banget," ungkap Warti'ah.

Dalam sehari, rata-rata ada 100 transaksi BRILink yang dilayani Warti'ah. Biasanya di hari Senin transaksi bisa berlipat ganda menjadi 200an transaksi sehari.

"Karena kan Sabtu dan Minggu itu biasanya kan libur, transaksi jadi ditunda sampai hari Senin. Makanya hari Senin itu selalu ramai," jelas Warti'ah.

Menjadi agen BRILink ternyata mendatangkan keuntungan besar dari Warti'ah. Dalam sebulan, ia bisa meraup keuntungan belasan juta rupiah dari BRILink, di luar pendapatan warung kelontong.

"Keuntungan sebulan itu bisa lah sampai Rp 15 juta," ungkap Warti'ah.

Warti'ah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dana tersebut dimanfaatkan untuk menambah barang dagangan di toko kelontongnya.

"Sekarang sudah jalan 2 tahun pinjamannya, kalau lagi ada uang kita bayar lebih (cicilannya), jadi bisa lunas lebih cepat. Kalau sudah lunas mau ambil lagi," ungkap Warti'ah.

Di ulang tahun yang ke-125 pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.



Simak Video "Buka Seminggu Sekali, Pedagang Sembako Untung Rp 3 Juta Sehari"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)