Jurus Airlangga Bikin Ekonomi RI Tumbuh di 2021

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 16:46 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah sudah menyiapkan beberapa strategi yang bisa menumbuhkan perekonomian Indonesia pada tahun 2021.

Airlangga menyebut, strategi yang disiapkan pemerintah ini mulai dari reformasi struktural melalui kemudahan berusaha, pemberian insentif usaha, dukungan UMKM, kepastian berusaha, hingga menciptakan iklim usaha dan investasi yang baik.

"Pemerintah menggunakan momentum ini untuk meraih peluang dalam mendorong pemulihan ekonomi," kata Airlangga dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Airlangga mengatakan, reformasi struktural akan dimulai pada awal 2021. Dia berharap upaya yang telah dilakukan pemerintah hasilnya mulai terlihat di sepanjang tahun 2021.

"Dengan melakukan reformasi struktural melalui kemudahan berusaha, pemberian insentif usaha, dan dukungan UMKM, untuk memberikan kepastian usaha dan menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik, sehingga penciptaan lapangan kerja dapat terealisasi. Salah satu pendorong utama (key-driver) yang diandalkan adalah melalui UU Cipta Kerja," ungkapnya.

Selain itu, sejumlah strategi lainnya turut disiapkan, kata Airlangga yaitu dengan melanjutkan Program Komite PC-PEN (Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) di tahun 2021. Beberapa strategi tersebut adalah dukungan kebijakan untuk pemberdayaan UMKM, penyusunan Daftar Prioritas Investasi (DPI), dan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF.

Menurut Airlangga, sinyal pemulihan ekonomi Indonesia mulai terlihat dari ekspor mulai pulih pada akhir 2020 dan tren ini diharapkan terus terjaga pada tahun 2021. Indonesia telah mendapatkan kembali fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) yang tentunya akan mendorong ekspor Indonesia.

Berdasarkan data PDB pada Triwulan III tahun 2020 yang telah menunjukkan tren perbaikan, pemerintah optimistis akan terus berlanjut di Triwulan IV 2020 dan sepanjang tahun 2021.

"Indonesia telah melewati posisi rock bottom, posisi terendah ekonomi pada triwulan II. Kita optimistis tren perbaikan dan pemulihan ekonomi akan terus berlanjut pada tahun mendatang," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kebijakan yang berjalan baik di tahun 2020 patut dilanjutkan terutama dalam penanganan COVID-19 dan pemulihan kehidupan masyarakat. Sejumlah reformasi struktural yang telah disiapkan pemerintah di tahun ini diperkirakan akan mulai terlihat hasilnya di tahun 2021.

Implementasi UU Cipta Kerja, melalui sejumlah peraturan pelaksanaan akan mulai diberlakukan pada Februari 2021 dan diharapkan akan mendorong aktivitas ekonomi-sosial masyarakat, mendukung masuknya investasi dan juga capital inflow.

"Pemerintah akan segera memberikan vaksin gratis ke seluruh masyarakat di awal 2021. Program vaksinasi ini diharapkan akan memberikan kepercayaan publik terhadap penanganan COVID-19 dan menimbulkan rasa aman di masyarakat. Dengan demikian, pemulihan ekonomi nasional diharapkan dapat berjalan dengan lebih cepat," kata Jokowi.

(hek/dna)