Ternyata... Sandiaga Uno Sudah Mundur dari OK OCE

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 20:05 WIB
Sandiaga Uno (Iswahyudi/20detik)
Foto: Sandiaga Uno (Iswahyudi/20detik): Menparekraf Sandiaga Uno
Jakarta -

Sandiaga Uno baru saja ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Terkait posisinya di One Kecamatan One Center of Entrepreneurship atau OK OCE, Sandiaga ternyata sudah kurang lebih 3 tahun lalu mengundurkan diri dari kepengurusan.

Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi menjelaskan mundurnya Sandiaga dari kepengurusan OK OCE Indonesia sejak 2017.

Ketika itu, Sandiaga mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Wakil gubernur DKI Jakarta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2017. Bersamaan dengan itu, dia pun mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Gerakan OK OCE.

"Pengunduran diri ini sebelum (Sandi) dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017. Tujuannya untuk menjaga kepatuhan dan konflik kepentingan, sehingga ia bisa fokus kepada tugasnya sebagai pejabat publik," ujar Iim dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Selasa (29/12/2020).

Tidak hanya Sandiaga, tetapi sang kakak, Indra Uno yang turut serta sebagai pendiri OK OCE juga mengundurkan diri dari struktur organisasi sejak 2017. Indra Uno katanya mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE.

"Dan sekarang sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ia juga sudah tidak ada di dalam struktur organisasi, sehingga ia akan berfokus kepada tugas negara sebagai menteri," jelasnya.

Walau begitu, Iim menegaskan Sandiaga tidak akan meninggalkan OK OCE yang dirintisnya itu. Sandiaga akan selalu mendorong para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk terus bergerak dalam penciptaan lapangan kerja berbasis kewirausahaan.

"Sebagai menteri ia akan berfokus kepada tugasnya hanya memajukan visi Presiden Republik Indonesia. Sandi akan fokus kepada amanah dan arahan dari presiden dengan mengedepankan pilar inovasi, kolaborasi dan adaptasi. Tujuannya untuk dapat memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif bangsa lewat kolaborasi dengan semua elemen masyarakat," tutur Iim.

(hns/hns)