Pabrik Tahu Tempe Jakarta dan Jawa Barat Mau Mogok Massal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 13:05 WIB
Seorang perajin tempe di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan, Senin (26/8/2013) terlihat masih beraktifitas seperti biasa meski harga kedelai impor melonjak sangat tinggi. Harga kedelai import naik ke level tertinggi sejak Juni 2013 lalu. Sekitar hampir 90 persen kedelai kita yang digunakan untuk produksi tempe dan tahu adalah import. Para pengrajin tempe tahu menjerit dan bahkan hampir tak berproduksi. File/detikFoto.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Para pengrajin tempe tahu anggota Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) akan melakukan mogok produksi pada 1-3 Januari 2021.

Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifuddin dalam surat edarannya menyampaikan jika aksi ini dilakukan untuk menyikapi harga kedelai yang terus naik dan berdampak kepada harga jual produksi tempe dan tahu.

"Sejalan dengan hal tersebut, dengan ini kami pengurus GAKOPTINDO mendukung langkah dan upaya yang dilakukan PUSKOPTI DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk melakukan mogok produksi, dengan tujuan agar kenaikan harga tempe dan tahu bisa kompak," ujar Aip dikutip dari surat edaran, Rabu (30/12/2020).

Aip mengungkapkan diharapkan KOPTI lainnya di seluruh Indonesia dapat melakukan penyesuaian dalam menyikapi hal tersebut di atas dengan mempertimbangkan situasi, kondisi dan kemampuan di daerahnya masing-masing.

Untuk itu selama berhenti berproduksi pengrajin tempe tahu diminta untuk menjaga kekompakan dan kedamaian.

"Serta dilarang melakukan perbuatan anarkis yang akhirnya akan merugikan kita semua," jelas dia.

Dia menyebut selaku pengurus Gakoptindo pihaknya sudah mengirim surat kepada pemerintah dan instansi terkait lainnya untuk mendapatkan solusi dan kesejahteraan anggota pengrajin tempe & tahu di seluruh Indonesia.

(kil/fdl)