Pemerintah Inggris Tuding Pizza Hut dan Tesco Langgar Upah Minimum

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 31 Des 2020 22:52 WIB
Pohon natal di tesco
Foto: iStock/Pizza Hut
Jakarta -

Pemerintah Inggris mengumumkan Tesco dan Pizza Huta melanggar aturan pembayaran upah minimum periode 2016-2018. Mengutip Reuters kedua perusahaan ini merupakan pelanggar terbesar dari total 139 perusahaan yang tak membayar upah minimum untuk pegawainya.

Tesco merupakan salah satu jaringan supermarket besar di Inggris. Perusahaan ini membayar 78.199 pekerja dengan total 5,1 juta pound. Kemudian Pizza Hut gagal tidak mampu membayar pegawainya sebesar 845.936 pound.

Menteri Bisnis Inggris Paul Scully mengungkapkan ini merupakan hal yang mengecewakan karena perusahaan besar harus masuk dalam daftar ini.

Upah minimum Inggris merupakan 8,72 pound per jam untuk pekerja berusia 25 tahun ke atas. Kemudian akan naik 2,2% mulai April dan diperpanjang untuk pekerja berusia 23-24 tahun.

Untuk pekerja magang yang lebih muda menerima upah minimum dengan jumlah yang lebih rendah.

Daftar yang diterbitkan oleh Kementerian Bisnis Inggris ini tidak membedakan pengusaha yang sengaja melanggar hukum dan pengusaha yang murni melakukan kesalahan.

Pihak Tesco mengaku terkejut dengan dirilisnya daftar ini. "Kami selalu serius dalam membayar kolega kami," jelas Scully

Kemudian Pizza Hut menyebut otoritas pajak telah memperingatkan bisnis lain di sektor ini terkait kesalahpahaman yang berkaitan dengan pemotongan biaya seragam staf yang diperbaiki pada 2018.

"Penting untuk ditekankan jika kami tak pernah ada niat untuk membayar lebih rendah untuk karyawan kami," ujar juru bicara Restoran Pizza Hut.

(kil/hns)