Perjalanan Indomie Hingga Dicicipi Lidah Timur Tengah dan Afrika

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 03 Jan 2021 11:45 WIB
kemasan jadul indomie
Foto: Wikipedia/Kaskus
Jakarta -

Siapa tak kenal Indomie? Mi instan ini barang kali telah menjadi salah satu makanan favorit bagi sebagian masyarakat di Indonesia.

Indomie terkenal awet, praktis dan rasanya yang lezat. Tak heran, banyak orang menyimpannya sebagai persediaan pangan.

Indomie tak hanya terkenal di Tanah Air, tapi di berbagai belahan negara. Dalam situs Indomie disebutan, produk ini telah hadir di 80 negara di dunia. Negara-negara itu seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Asia, Eropa, Timur Tengah bahkan hingga Afrika.

Pada pemberitaan detikcom 2 Juni 2017 lalu, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Thomas Tjhie menyebut, salah satu penjualan Indomie terbesar ada di Afrika, khususnya di Nigeria. Di sana, Indomie menguasai pasar hingga 70%.

"Untuk di Afrika paling besar di Nigeria, Indomie di sana menguasai pasar sekitar 70%," tuturnya.

Indomie memang menjadi salah satu produk tersohor di negara tersebut. Bahkan, di Nigeria ada organisasi pecinta Indomie yang bernama Indomie Fans Club (IFC).

Bukan hanya itu, Indomie yang di sana diproduksi oleh Dufil Prima Foods Plc juga memperoleh status mie instan yang paling laris di Afrika. Penobatan itu diberikan oleh Kantar World Panel.

Nyatanya, Indomie memang cukup lama dikenal di Nigeria. Dalam catatan detikcom, Indomie masuk ke Nigeria sekitar tahun 1988. Kemudian, pabrik pertamanya di bangun tahun 1995.

Tak hanya Nigeria, Indomie juga telah dirasakan di benua Afrika lainnya seperti di Mesir. Dalam situs Indomie Mesir dijelaskan, masyarakat Mesir mengenal Indomie sekitar tahun 1990-an. Saat itu, pengenalan produk cukup sulit karena mi instan merupakan sesuatu yang baru bagi orang Mesir.

Pada tahun 1997, terjalin kemitraan antara pengusaha lokal Maher Abu Alata dan Wazaran Group untuk mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor, impor, distribusi dan pemasaran bernama Transworld. Tujuan didirikannya perusahaan ini adalah untuk mengimpor dan mendistribukan Indomie di Mesir.

Namun, pada jalannya menghadapi kendala yakni ketersediaan produk impor di sisi lain permintaan pasar meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2005, Salim Group sebagai pemilik utama merek Indomie bersedia ikut serta dalam mengembangkan bisnis dan distribusi Indomie di Mesir, dengan tidak bergantung pada produk impor dari Pinehill Arab Saudi.

Dengan demikian, manajemen Salim Wazaran Group Ltd (Sawaz) di Jeddah dan Transworld sama-sama memutuskan untuk membangun pabrik produksi di Mesir. Pada tahun 2006, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi didirikan dan diberi nama Salim Wazaran Abu Alata Ltd (Sawata). Sawata adalah perusahaan yang didirian didirikan bersama oleh Salim Wazaran Ltd (Sawaz) di Arab Saudi dan Abu Alata Co di Mesir.

Pada tanggal 1 Oktober 2009, pabrik mi instan berlokasi di kawasan industri, Badr City, Kairo, Mesir produksi komersial Indomie dan didistribusikan ke seluruh pasar di Mesir.

Posisi Indomie di Afrika ini pun akan semakin kuat. Hal ini ditandai oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang resmi mengakuisisi Pinehill Company Ltd. Dalam keterbukaan informasi, pembelian saham dalam rangka akuisisi ini telah rampung pada 27 Agustus.

"Bersama ini Perseroan memberitahukan bahwa pada tanggal 27 Agustus 2020, Perseroan telah menyelesaikan Rencana Transaksi sebagaimana dimaksud dalam Informasi Kepada Pemegang Saham Sehubungan Dengan Rencana Transaksi Akuisisi Saham," demikian isi surat tersebut.

Perusahaan incaran produsen Indomie itu ditaksir memiliki nilai US$ 2,99 miliar. Pinehill Company merupakan perusahaan holding yang memiliki empat anak usaha. Kegiatan utama Grup Pinehill mayoritas memang bergerak di bidang pembuatan mi instan yang tersebar di Arab Saudi, Nigeria, Turki, Mesir, Kenya, Maroko, dan Serbia dengan merek Indomie. Mereka memang mendapatkan lisensi dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk yakni induk dari Indofood CBP.

ICBP sendiri sebelumnya diinformasikan akan membeli seluruh saham Pinehill Company Limited. Saat itu saham perusahaan tersebut 51% dipegang oleh Pinehill Corpora dan 49% dikuasai oleh Steele Lake.

Kuatnya posisi Indomie di Afrika ini menunjukkan jika hal yang wajar produk tersebut tersedia di Ghana. Namun, yang mencengangkan adalah Indomie menjadi barang bernilai sampai-sampai digunakan untuk transaksi seks. Indomie disebut-sebut sebagai pemicu tingginya angka kelahiran di negara tersebut.

(acd/zlf)