IBM Rekrut Mantan Penasihat Trump Jadi Wakil Dirut

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 15:24 WIB
Logo raksasa komputer IBM. International Business Machines Corporation (commonly referred to as IBM) is an American multinational technology and consulting corporation, with corporate headquarters in Armonk, New York. IBM manufactures and markets computer hardware, middleware and software, and offers infrastructure, hosting and consulting services in areas ranging from mainframe computers to nanotechnology.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Mantan penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2017-2018, Gary Cohn diketahui bergabung dengan perusahaan komputer asal AS, International Business Machines Corporation (IBM) sebagai Wakil Direktur.

Informasi itu juga Cohn sendiri sampaikan melalui akun Twitter pribadinya. Dia mengungkapkan rasa terhormatnya bisa bergabung dengan IBM.

"Merasa terhormat bisa bergabung dengan IBM. Salah satu perusahaan paling penting di dunia, menyediakan teknologi yang membantu organisasi menjadi gesit dan tangguh dalam waktu yang tidak terduga," tulisnya, dikutip dari CNN, Rabu (6/1/2021).

Dalam siaran pers IBM mengungkap Cohn sosok yang paham bagaimana cara kerja di Wall Street. Mengingat Cohn sempat menjabat sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional di raksasa Wall Street, Goldman Sachs.

IBM juga mengatakan Cohn juga akan membantu CEO IBM Arvind Krishna dengan berbagai inisiatif bisnis dan keterlibatan eksternal di bidang termasuk bisnis, layanan klien, advokasi publik, dan manajemen hubungan klien.

"Cohn adalah pemimpin yang dihormati secara global dengan pengalaman mendalam beroperasi di pusat bisnis dan pemerintahan," kata Krishna.

"Sebagai perwakilan senior IBM, pengetahuannya tentang teknologi dan transformasi bisnis, dipadukan dengan keahlian pembuatan kebijakan, akan memberikan nilai unik bagi klien dan pemangku kepentingan kami saat mempercepat strategi cloud hybrid dan AI kami," tambah Krishna.

Bisnis cloud dan kecerdasan buatan (AI) yang tengah dikembangkan IBM, diprediksi akan meningkat. Adapun upaya yang telah IBM lakukan untuk meningkatkan bisnis tersebut yakni membeli raksasa perangkat lunak Red Hat senilai US$ 34 miliar pada 2019.

Namun, terlepas dari kesepakatan itu, saham IBM beberapa tahun terakhir tertinggal di di bawah saingannya yang juga mengembangkan sistem cloud dan AI dari Microsoft, Alphabet, Amazon dan Salesforce.

(zlf/zlf)