4 Dampak 'PSBB Ketat' ke Ekonomi RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 19:00 WIB
Pemerintah membuat kriteria pembatasan kegiatan masyarakat. Daerah-daerah yang masuk kriteria wajib melakukan pembatasan kegiatan, terutama di Pulau Jawa dan Bali.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Keputusan pemerintah menerapkan PSBB Jawa Bali memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Pemerintah mulai memberlakukan pembatasan baru ini pada tanggal 11 sampai 25 Januari 2021 atau selama dua minggu.

Dampak yang bakal terjadi tidak melulu negatif, namun juga ada positifnya. Berikut beberapa dampak dari PSBB Jawa Bali atau pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM):

1. Pemulihan ekonomi molor

Pembatasan itu dilakukan usai peningkatan jumlah kasus di Indonesia yang semakin tinggi dan adanya varian baru virus Corona.

"Pemulihan ekonomi nasional akan tergantung pada kecepatan pemerintah dan masyarakat mengatasi pandemi COVID-19. Dengan angka korban COVID-19 yang tumbuh meningkat dan pembatasan kegiatan ekonomi semakin ketat, tentunya pemulihan ekonomi nasional akan berjalan lambat," kata pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswat saat dihubungi detikcom, Rabu (6/1/2021).

2. Ekonomi kuartal I-2021 bisa negatif

Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, laju perekonomian yang semakin rendah akibat kebijakan pembatasan ini merupakan konsekuensi yang harus diambil pemerintah.

"Saya keseluruhan memang ada potensi pertumbuhan ekonomi akan negatif di kuartal I, tapi ini harga yang harus dibayar pemerintah jika ingin tetap memberikan atau tetap ingin pertumbuhan ekonomi bisa pulih lebih cepat, karena selama penanganan kesehatannya lambat maka pemulihan ekonomi akan berjalan lambat," kata Yusuf.

Selanjutnya
Halaman
1 2