Kok Bisa Ada Orang Nekat Jual-Beli Surat Swab Palsu?

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2021 16:38 WIB
Swab test PCR (Polymerase Chain Reaction) masih menjadi pilihan masyarakat untuk mengetahui status COVID-19.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Beberapa waktu lalu sempat heboh kasus jual beli surat swab palsu. Sebelum itu, ada juga kasus serupa yaitu jual beli surat keterangan sehat bebas COVID-19 secara online.

Lalu, apa sih yang membuat orang-orang nekat menjualbelikan surat-surat penting seperti itu?

Menurut Pakar Komunikasi dan Branding Emilia Bassar, kecenderungan oknum berani menjual bahkan memalsukan surat-surat penting karena ingin mencari keuntungan. Namun, di satu sisi lainnya, oknum semacam ini paham betul peluang pasar sehingga mudah saja bagi mereka meraup keuntungan namun dengan cara yang salah.

"Orang yang menjual swab palsu hanya ingin mendatangkan keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampaknya pada orang lain," ujar Emilia kepada detikcom, Jumat (8/1/2021).

Sedangkan, alasan ada saja orang yang berminat membeli surat palsu tersebut karena adanya kebutuhan mendesak untuk bepergian keluar kota namun enggan mengeluarkan banyak uang untuk melakukan tes swab yang cenderung mahal. Bisa juga karena keterbatasan lainnya atau sekadar takut dengan rangkaian tes yang harus dilewati.

"Jika pun ada yang berminat membeli surat swab palsu bisa jadi karena ada kebutuhan mendesak, tes swab mahal, lokasi tes jauh, atau takut dites," terangnya.

"Juga bisa orang yang membeli surat swab palsu karena bosan di rumah, ingin liburan tanpa tes, sehingga mencari cara-cara yang mudah dan murah," tambahnya.

Namun, alasan apapun itu tentu tidak bisa dibenarkan karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

"Orang yang membeli surat swab palsu bersikap egois karena hanya mementingkan dirinya dan tidak peduli terhadap orang lain," imbuhnya.

Hal serupa disampaikan oleh Pakar Marketing Hermawan Kartajaya. Biasanya, kata Hermawan dalam keadaan seperti pandemi COVID-19 ini pasti ada saja oknum-oknum yang muncul memanfaatkan keadaan 'kepepet'-nya orang banyak. Oknum ini melihat keadaan kepepet sebagai peluang bisnisnya sendiri.

"Dalam keadaan kacau seperti sekarang ini, banyak orang bingung kan, pasti ada saja orang-orang seperti itu (muncul)," kata Hermawan.

Menurutnya kalau ada orang yang membeli surat swab palsu itu karena hanya ingin memanfaatkan barang yang dibelinya dengan harga murah dan cepat.

"Nah jadi kalau yang jualan-jualan gini dan ada yang mau beli itu cuma mau creating value sesaat tapi nggak ada values nya," sambungnya.

(eds/eds)