3 Fakta Penipuan Grabtoko Bikin Rugi Miliaran Rupiah

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2021 20:30 WIB
Grabtoko
Foto: Screenshot Grabtoko
Jakarta -

Ratusan konsumen yang berbelanja di grabtoko benar-benar sial. Barang yang dibeli tak didapat, uang yang sudah dibayar malah raib. Tak tanggung-tanggung, uang yang lenyap mencapai miliaran rupiah. Itu pun yang baru terdata.

Soal kejadian tersebut, pihak e-commerce itu beralasan bahwa investor mereka menggelapkan uang pembeli. Berikut fakta-fakta mengenai kasus tersebut.

1. Kerugian Rp 1 M Raib

Grup WhatsApp pun dibuat untuk menampung para korban grabtoko sekaligus mendata uang korban yang raib. Salah satu korban bernama Fences (nama inisial), menerangkan total uang korban yang ada di grabtoko mencapai Rp 1 miliar. Sebelumnya nilainya Rp 917 juta.

"Bertambah seperti perkiraan. Sekarang senilai 1,023,548,049.00 dari 271 responses," kata dia kepada detikcom, kemarin Kamis (7/1/2020).

2. Tuntut Uang Kembali

Dia menjelaskan bagi korban-korban lain grabtoko yang ingin bergabung dapat memberitahunya melalui akun Twitter @halobuaya. Pihaknya ingin memperjuangkan agar kasus ini bisa diusut oleh polisi dan uang mereka bisa dikembalikan.

"Intinya sih kondisi kita saat ini lagi berusaha supaya data gabungan ini bisa diterima sama polisi dan diusut, syukur-syukur kalau bisa refund, kalau nggak bisa refund nih buyer benar-benar rugi," jelas Fences.

3. Sudah Lapor Polisi

Ratusan korban grabtoko yang uangnya raib melaporkan e-commerce tersebut ke Polda Metro Jaya. Para korban ini bergabung di grup WhatsApp untuk menyampaikan laporan secara kolektif. Fences menjelaskan kemarin, Kamis sudah ada perwakilan yang menyampaikan laporan ke Polda Metro Jaya.

"Sudah ada perwakilan yang hari ini (kemarin) ke Mabes (ralat: Polda Metro Jaya) untuk pelaporan," kata dia kepada detikcom.

Berdasarkan keterangan grabtoko, raibnya uang konsumen karena kejahatan yang dilakukan oleh investor mereka. Namun, Fences menjelaskan yang pihaknya laporkan ke Polda Metro adalah grabtoko, bukan si investor karena dirinya bersama ratusan korban lain tak tahu-menahu soal investor tersebut.

(toy/dna)