4 Fakta Gugatan Perusahaan Lokal ke IKEA Rp 543 Miliar

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2021 20:00 WIB
LONDON - MAY 12:  Ingvar Kamprad, founder of IKEA, is seen after being presented the Lifetime Achievment Award by Princess Victoria of Sweden at the Swedish Chamber of Commerce Centenery Celebrations on May 12, 2006 in London, England. (Photo by Chris Jackson/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

IKEA Supply AG akhirnya buka suara terkait gugatan yang dilayangkan perusahaan lokal kepadanya. Adapun perusahaan lokal yang menggugat IKEA adalah PT Agri Lestari Nusantara (ALN). ALN menggugat IKEA ke Pengadilan Negeri Tangerang pada Rabu, 14 Desember 2020 lalu. Kini status perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan.

Berikut empat fakta gugatan ALN ke IKEA:

1. Digugat atas Perbuatan Melawan Hukum

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (7/1/2021) gugatan tersebut didaftarkan dengan nomor perkara 1170/Pdt.G/2020/PN Tng.

Adapun, petitum untuk gugatan ini yakni menyatakan tergugat, IKEA telah melakukan perbuatan melawan hukum.

2. Digugat Ganti Rugi hingga Lebih dari Setengah Triliun

Selain itu, ALN meminta hakim menghukum tergugat untuk membayar ganti rugi dengan total nilai mencapai Rp 543 miliar.

Tuntutan ganti rugi itu secara tunai atas kerugian materil yang dialami penggugat dengan total seluruhnya sebesar Rp 43.014.108.232.

Lalu, meminta hakim menghukum IKEA untuk membayar secara tunai atas kerugian immateriil yang dialami penggugat sebesar Rp 500.000.000.000.

Selanjutnya, meminta hakim menghukum tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 50.000.000 setiap satu hari penundaan, tergugat lalai dalam melaksanakan putusan atas perkara ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2