Ada Celah Korupsi, Anggaran COVID-19 Dipelototi BPK

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 10:09 WIB
Gedung BPK/Foto: Istimewa
Foto: Gedung BPK/Foto: Istimewa
Jakarta -

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melihat adanya celah korupsi di anggaran penanganan virus Corona (COVID-19). Pihaknya pun akan melakukan pengawasan untuk menutup celah tersebut.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, pemerintah di seluruh dunia telah menetapkan berbagai insentif dan kebijakan untuk menekan penyebaran virus Corona, dan untuk mempertahankan kesejahteraan warga serta layanan publik.

"Semakin banyak tindakan dilakukan untuk mencapai tujuan ini, perlu banyak tindakan untuk menjamin adanya tata kelola pemerintahan yang kuat. Risiko atas pengeluaran tidak baik, pemborosan, korupsi dan kecurangan mungkin lebih mudah terjadi pada saat kebingungan tiba-tiba, meningkatkan risiko tidak mencapai tujuan yang dimaksudkan," kata dia dalam webinar, Senin (11/1/2021).

Menurutnya harus lebih banyak perhatian yang ditujukan kepada hal tersebut. Tujuannya untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang kuat.

"Saat ini sedang berlangsung investigasi di Indonesia dengan kemungkinan yang cukup besar kesalahan alokasi dana bantuan COVID-19, menunjukkan sebagian, bahwa sistem pengawasan di Indonesia berfungsi dan dengan jelas menunjukkan bahwa audit BPK yang efektif akan mendukung tujuan nasional untuk pemerintahan yang baik," paparnya.

Dia menjelaskan transparansi dan akuntabilitas adalah dua komponen utama tata kelola yang baik. Itu tidak boleh dikompromikan bahkan selama krisis COVID-19.

"Semua pemangku kepentingan harus sadar dan berusaha untuk mempromosikan nilai-nilai tersebut, bahkan saat menangani masalah kritis lainnya. BPK menyadari kondisi tersebut maka dilakukan audit komprehensif berbasis risiko," tambah Firman.

(toy/das)