ADVERTISEMENT

Pembatasan Bikin Bisnis Makanan Babak Belur, Begini Biar Selamat

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 15:09 WIB
Tuyul Online
Foto: Tuyul Online (Tim Infografis: Luthfy Syahban)

Cepat beradaptasi dengan situasi

Tessa Wijaya, Co-Founder dan COO Xendit, memaparkan beberapa strategi yang dapat dilakukan bisnis restoran di masa pandemi agar dapat terus bertahan. Ia menyarankan bisnis restoran untuk menggunakan waktu ini untuk berbincang dengan pelanggan dan mengerti kebutuhannya, sebisa mungkin menyederhanakan proses bisnis, serta memberikan customer experience yang baik walau tidak bertatap muka secara langsung.

"Untuk memberikan customer experience yang menyeluruh, pembayaran juga menjadi hal yang yang sangat krusial untuk diperhatikan. Kami sudah membantu beberapa merchant ESB seperti Boga Group dan Ismaya, agar pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui beragam pilihan metode pembayaran dengan sangat mudah, cepat dan terpercaya. Jangan sampai pelanggan tidak menyelesaikan pembelian karena tidak ada metode pembayaran yang sesuai dengan keinginan mereka." ungkapnya.

Didukung oleh teknologi Xendit, restoran yang memilih untuk menggunakan ESB dapat menerima pembayaran menggunakan kartu debit dan kredit, transfer bank melalui virtual account yang bekerjasama dengan bank-bank ternama, maupun E-wallet seperti OVO, Dana, LinkAja.

Walaupun virtual account masih menjadi favorit, namun transaksi melalui e-wallet mengalami peningkatan yang cukup signifikan di Indonesia beberapa waktu ini. Di tahun 2019 sendiri, total transaksi dari dompet digital adalah sebanyak 145 triliun rupiah.

"Bisnis retail seperti restoran mungkin sedang terpuruk akibat pandemi, namun, lini bisnis ini tetap menjadi komoditas utama bagi banyak orang dan akan terus relevan jika dapat dijangkau dengan mudah. Pada dasarnya, restoran harus cepat beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada agar terus dilirik oleh pelanggan dimulai dengan beralih ke online, melakukan promosi menarik, hingga memastikan kepuasan pelanggan", ujar Gunawan Woen menyampaikan pendapatnya.


(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT