Tarik Investasi, Luhut Bawa Menlu China Kunjungi Danau Toba

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 08:45 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi hari ini ke Danau Toba. Selama di sana dia akan didampingi oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan.

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi. Seharusnya kunjungan Wang Yi yang juga anggota Dewan Negara China itu jadwalnya tahun lalu, namun pandemi COVID-19 telah menunda rencana itu.

"Iya, Wang Yi Anggota Dewan Negara RRT akan berkunjung ke Toba besok (hari ini) setelah dari Myanmar dan sebelum ke Jakarta. Wang Yi sejak Februari tahun lalu memang sudah rencana ke Toba, namun tertunda karena COVID-19," kata Jodi kepada detikcom, Senin (11/1/2021) malam.

Tujuan mereka bertemu adalah untuk membahas investasi dan proyek kerja sama lainnya di sektor pariwisata. Tidak lupa juga soal kerja sama penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi.

"Di sana antara lain akan membahas isu-isu investasi dan proyek strategis, serta kerja sama pariwisata serta kerja sama penanganan COVID dan pemulihan ekonomi nasional. Pak Menko didampingi antara lain Wamendag serta Dirjen HPI (Hukum dan Perjanjian Internasional), dan Plh Dirjen Aspasaf Kemlu," ucapnya.

Kunjungan Wang Yi itu merupakan rangkaian safarinya ke beberapa negara Asia Tenggara pada 11-16 Januari 2021 sebagai bentuk tindak lanjut terhadap undangan beberapa menlu Asia Tenggara. Negara-negara yang akan dikunjungi adalah Myanmar, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Selain bertemu Luhut, di Indonesia Wang Yi dijadwalkan akan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menlu Indonesia Retno Marsudi. Setelah dari Jakarta, Wang Yi akan bertolak menuju Brunei Darussalam dan Filipina atas undangan menlu kedua negara itu.

Sebelum ke ASEAN, Wang Yi melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Afrika. Dia memang telah berencana mengunjungi Indonesia menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China pada April 2020, namun karena ada pandemi jadi kunjungan tersebut baru bisa terealisasi.

(eds/eds)