Sederet Santunan untuk Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 10:23 WIB
Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo saat memberikan keterangan kepada wartawan soal santunan bagi korban Sriwijaya Air.
Foto: Adhyasta Dirgantara/detikcom
Jakarta -

Sebab tidak ada satu pun benda sekalipun itu uang, bisa menggantikan satu nyawa.

Meski begitu, pemerintah melalui berbagai aturannya memberikan uang santunan kepada para keluarga korban yang meninggal akibat kecelakaan saat menggunakan transportasi baik darat, laut, udara.

Keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak akan mendapat sejumlah santunan. Santunan itu diberikan oleh PT Jasa Raharja dan BP Jamsostek. Berikut daftarnya:

1. Santunan Rp 50 Juta Jasa Raharja

PT Jasa Raharja akan memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak. Jasa Raharja telah melakukan pendataan dan telah mengunjungi 59 keluarga korban yang tersebar di 24 kota dan terbanyak 15 korban berdomisili di Pontianak.

"Korban terjamin Jasa Raharja dan besaran santunan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 15/PMK.010/ 2017, bagi seluruh korban meninggal dunia, masing-masing ahli warisnya berhak menerima santunan sebesar Rp 50.000.000,-" kata Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo dalam keterangannya, Senin (11/1/2021).

"Sementara bagi korban luka-luka, Jasa Raharja akan berkoordinasi dengan rumah sakit di mana korban dirawat, guna penerbitan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit dengan biaya perawatan maksimum Rp 25.000.000,- serta menyediakan manfaat tambahan bantuan biaya P3K maksimum Rp 1.000.000,- dan bantuan biaya ambulance maksimum sebesar Rp 500.000,- terhadap masing-masing korban luka," tambahnya.

2. JKK 48 Kali Upah

Data-data kru pesawat yang bertugas yakni para pekerja Sriwijaya Air dan NAM Air sudah tercatat oleh BP Jamsostek. Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif mengatakan, perolehan data itu ditelusuri melalui Layanan Cepat Tanggap BP Jamsostek.

Pihaknya memastikan, keluarga dari korban yang sedang bertugas akan mendapat perlindungan dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Jaminan Kematian (JKM) bagi para korban.

Ia menerangkan, apabila pekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia ketika bertugas atau dalam suatu kegiatan terkait dengan kedinasan, ahli waris pekerja berhak mendapatkan santunan program JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan kepada BP Jamsostek.

Kemudian, anak dari ahli waris pekerja juga berhak atas beasiswa pendidikan dan sekolah dasar hingga kuliah bagi 2 orang anak senilai maksimal Rp 174 juta.

3. Pekerja Tak Bertugas Dapat JKM

"Demikian juga jika ada dari pekerja yang menjadi korban meski tidak sedang bertugas atau dalam kedinasan, tetap berhak atas santunan Jaminan Kematian senilai Rp 42 juta yang akan diberikan kepada ahli waris yang sah. Untuk program ini juga berlaku beasiswa bagi 2 orang anak pekerja," tutur Khrisna dalam keterangan resminya, Minggu (10/1/2021).

4. Ahli Waris Terima JHT

Selain itu, ahli waris pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan tersebut juga otomatis mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan pekerja semasa masih aktif bekerja.

Untuk proses lebih lanjut, ia mengarahkan keluarga korban untuk mengakses layanan informasi BP Jamsostek yakni melalui contact center 175, Facebook BPJS Ketenagakerjaan, dan Twitter resmi @bpjstkinfo.

(hek/fdl)