Berusia Seabad Lebih, Pabrik Ford di Brasil Akhirnya Tutup

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 10:32 WIB
Logo Ford
Foto: Francois Lenoir/Reuters
Jakarta -

Produsen mobil Amerika Serikat, Ford Motor co, mengatakan akan menutup tiga pabriknya di Brasil tahun ini. Produksi akan segera dihentikan pada pabrik Ford yang terletak di Camaçari dan Taubaté.

Namun, beberapa produksi suku cadang berlanjut selama beberapa bulan untuk mendukung inventaris untuk penjualan purnajual. Maka dari itu, pabrik Troller di Belo Horizonte, Brazil, akan terus beroperasi hingga kuartal keempat.

Dilansir dari Reuters, Selasa (12/1/2021), pejabat Ford mengatakan tindakan itu adalah bagian dari restrukturisasi global US$ 11 miliar atau sekitar Rp 154 triliun (dalam kurs Rp 14 ribu).

Pejabat Ford mengatakan penutupan pabrik adalah bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai 8% margin operasi global. Ford, yang telah beroperasi di Brazil selama lebih dari satu abad, telah memulai diskusi dengan serikat pekerja dan pihak lain tentang PHK.

"Kami tahu ini sangat sulit, tetapi perlu, tindakan untuk menciptakan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," kata Chief Executive Ford Jim Farley dalam sebuah pernyataan.

Penjualan kendaraan oleh industri sendiri telah turun 26% di Brasil tahun lalu dan diperkirakan tidak akan pulih hingga 2023 dengan penekanan pada penjualan armada yang kurang menguntungkan.

Kementerian Ekonomi Brasil menyesalkan keputusan Ford untuk menghentikan produksi di negara tersebut dan mengatakan hal itu memperkuat perlunya reformasi untuk meningkatkan iklim bisnis.

Penutupan pabrik ini pun akan mempengaruhi sekitar 5 ribu karyawan yang sebagian besar berlokasi di Brasil. Sementara itu, Si Camaçari, di timur laut Brasil, serikat pekerja mengadakan pertemuan darurat di gerbang pabrik pada shift pertama pada hari Selasa untuk mengambil sikap tentang hilangnya 4.059 pekerjaan.

"Pukulan yang sangat keras ini mengejutkan kami. Kami tidak pernah membayangkan bahwa Ford dapat menutup pabriknya di Brasil, "kata pemimpin serikat pekerja Julio Bonfim.

Ford menyampaikan penutupan pabrik memerlukan biaya sekitar US$ 4,1 miliar atau sekitar Rp 57,4 triliun, sebagian di antaranya untuk membayar PHK karyawan.

(eds/eds)