Donald Trump Mulai Ditinggal Rekan Bisnisnya, Ada Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 11:50 WIB
Kegaduhan Politik AS di Hari-hari Terakhir Kepresidenan Donald Trump
Foto: DW (News)
Jakarta -

Di Amerika Serikat dunia bisnis mulai menjauhi Donald Trump dan sederet usahanya. Hal itu terjadi karena Trump disebut telah menghasut massa untuk menyerang gedung Capitol.

Hal ini dinilai akan membuat Trump Organization lebih sulit untuk berbisnis setelah Trump meninggalkan jabatannya sebagai presiden.

"Saya pikir ini masalah besar baginya. Dia menjadi toxic untuk bagian penting dari pasarnya. Saya tidak tahu apakah beberapa akan kembali. Sebagian besar mereka (dunia bisnis) justru mencoba menghindari kontroversi," kata Michael D'Antonio, penulis biografi Trump, dikutip dari CNN, Selasa (12/1/2021).

Sejak pengepungan gedung Capitol AS minggu lalu oleh para pendukung Trump, semakin banyak bisnis yang memutuskan hubungan dengan Trump Organization. Mereka mulai memunculkan kekhawatiran tentang mengaitkan merek mereka dengan Trump.

Twitter dan Facebook pun sudah memblokir Trump pada platformnya masing-masing tanpa batas waktu, menghilangkan megafon terbesarnya.

Layanan keuangan Stripe pun tidak lagi memproses pembayaran kartu kredit untuk kampanye Trump. Sementara itu, Shopify berhenti mengoperasikan toko online untuk Trump Organization dan kampanyenya, dan PGA mengumumkan akan menarik turnamen golf besar dari salah satu properti Trump.

Beberapa properti Trump bisa jadi sangat terpukul oleh peristiwa kerusuhan di Capitol, termasuk hotel Trump di bekas gedung kantor pos di Washington, DC. Selama empat tahun terakhir bisnis dan pemerintah asing yang ingin melobi Trump wajib memesan kamar atau membuat acara di hotel itu.

Bookbinder mengatakan bahwa Trump kemungkinan besar akan kehilangan beberapa bisnis di hotelnya, termasuk propertinya di Washington, ketika dia bukan lagi presiden. Tindakan minggu lalu di Capitol justru akan mempercepat perusahaan memutuskan untuk tidak lagi melakukan bisnis dengan Trump.

Bookbinder mengatakan kekerasan di Capitol juga dapat memberi bisnis yang memiliki kontrak dengan Trump Organization cara untuk keluar dari komitmen tersebut.

(eds/eds)