Kondisi Chaos di Washington Bikin Wall Street Loyo

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 09:23 WIB
Gedung saham New York atau yang dikenal sebagai Bursa Saham Wall Street
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan hari Senin. Hal ini dipicu setelah para investor mengambil beberapa keuntungan dari sahamnya usai perdagangan mengalami rekor minggu lalu.

Dilansir dari Reuters, Selasa (12/1/2021), Dow Jones Industrial Average turun 89,28 poin, atau 0,29% menjadi 31.008,69. Kemudian, S&P 500 kehilangan 25,07 poin, atau 0,66% menjadi 3.799,61 dan Nasdaq Composite turun 165,54 poin, atau 1,25%, menjadi 13.036,43.

Saham-saham di bursa Amerika Serikat memang telah melakukan rally minggu lalu karena investor bertaruh bahwa kemenangan Demokrat dalam pemilihan presiden. Hal itu dinilai membawa kemungkinan yang lebih tinggi dari paket stimulus fiskal yang lebih kuat untuk meningkatkan ekonomi yang dilanda pandemi.

Namun, kini beberapa investor justru mulai khawatir stimulus dapat ditunda karena para anggota parlemen Demokrat berencana untuk mendakwa Presiden AS Donald Trump. Mereka menuduhnya menghasut pemberontakan menyusul serangan kekerasan di Capitol oleh para pendukungnya.

"Ketika pasar melihat sesuatu yang sama pentingnya dengan pemerintahan Amerika Serikat, bahkan sedikit ketidakpastian dapat memiliki dampak yang berarti," kata Brad McMillan, kepala investasi di Commonwealth Financial Network di Waltham, Massachusetts.

McMillan mengatakan investor juga khawatir tentang lebih banyak serangan serupa Capitol. FBI pun telah memperingatkan kemungkinan protes bersenjata yang sedang direncanakan di Washington, D.C., dan di semua 50 ibu kota negara bagian AS menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari.

"Secara umum, Washington tidak membuat terlalu banyak perbedaan, tetapi karena kebijakan memengaruhi begitu banyak hal yang diharapkan seputar perekonomian, ini adalah waktu yang unik," kata McMillan.

Kembali ke pasar saham, disebutkan dari 11 indeks industri utama S&P, saham-saham perusahaan pelayanan konsumen dan layanan komunikasi mengalami penurunan persentase terbesar.

Saham Twitter Inc anjlok 6,4% dan membebani sektor komunikasi setelah situs mikro-blogging secara permanen menangguhkan akun Trump.

Perusahaan Teknologi Besar lainnya Facebook Inc, Google milik Alphabet Inc, dan Apple Inc juga melemah pada hari Senin karena mereka mengambil tindakan terkuat mereka terhadap Trump untuk membatasi jangkauan media sosialnya.

Saham Boeing Co pun terpantau turun 1,5% pada hari Senin. Setelah sebuah jet 737-500 yang dioperasikan oleh Sriwijaya Air di Indonesia dengan 62 orang di dalamnya jatuh pada hari Sabtu.

(eds/eds)