Jurus Baru RI 'Gempur' Pasar Online China

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 08:30 WIB
M Lutfi Menteri Perdagangan Baru
Mendag M Lutfi/Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Platform e-commerce Indonesia Store (IDNStore) resmi diluncurkan. Platform tersebut merupakan lapak para pelaku usaha Indonesia untuk memasarkan produknya di China, Hong Kong, dan Taiwan. IDNStore memang dioperasikan di tiga negara tersebut yang dapat diakses melalui tautan idnstore.cn, idnstore.hk, dan idnstore.tw.

IDNStore melayani transaksi bisnis-ke-bisnis (B2B) maupun bisnis-ke-konsumen (B2C) antara pelaku usaha Indonesia yang terdaftar dengan calon pembelinya di negara-negara tersebut. E-commerce tersebut menyediakan tiga bahasa yakni Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Kehadiran IDNStore di China, Hong Kong, dan Taiwan ini diharapkan membuka jalan agar produk Tanah Air mendunia. Selain itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, kehadiran IDNStore juga merupakan bentuk serangan balik dari gempuran e-commerce asal luar negeri yang marak digunakan di Indonesia. Menurut Lutfi dengan kehadiran IDNStore maka Indonesia punya kesempatan untuk memasuki pasar digital China dan juga negara di sekitarnya.

"Gempur pasar Tiongkok ini menjadi sangat penting karena saya digempur oleh banyak platform digital seperti Shopee dan Lazada. Dan ini sesuatu yang mungkin kalau di dalam istilah sepak bola ini serangan balik. Jadi saya mendukung IDN Store ini sebagai bagian yang sangat penting untuk Indonesia juga mempenetrasi pasar Tiongkok," kata Lutfi dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/1/2021).

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) tersebutmenjelaskan, total transaksi di pasar China sangatlah besar, yakni mencapai US$ 1.600 miliar atau setara Rp 22.460 triliun (kurs Rp 14.036). Sehingga, ia mendorong para pengusaha Indonesia untuk memanfaatkan pasar tersebut agar Indonesia tak hanya mengimpor dari China.

"Mudah-mudahan dengan platform digital tersebut kita bisa bersama-sama bukan saja mendapatkan impor dari Tiongkok, tapi kita memanfaatkan pasar Tiongkok yang jumlahnya US$ 1.600 miliar ini bisa juga untuk menjadikan market daripada pasar kita," tutur Lutfi.

Tak hanya itu, khususnya di dunia digital, masyarakat China memang sangat aktif berbelanja online. Faktanya, kontribusi transaksi digital di China terhadap produk domestik brutonya (PDB) sangatlah besar, bahkan hampir 33%. Hal itu diungkapkan Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun yang turut hadir dalam konferensi pers virtual tersebut.

"Kontribusi digital economy ke GDP mereka itu nyaris 33%. Nilainya itu mencakup nyaris 50% dari total transaksi digital di dunia. Jadi sangat besar. Sementara di kita masih kurang lebih 3%. Nah dalam konteks itulah kehadiran platform e-commerce IDN Store semakin relevan," kata Djauhari.

Sejak didirikan, fitur-fitur di IDNStore dibuat untuk mempermudah transaksi di China, Hong Kong, dan Taiwan. Salah satu fitur yang tersedia adalahpembayaran menggunakan WeChat Pay dan Alipay yang paling banyak digunakan warga China. Begitu juga fitur pembayaran PayPal, UnionPay, Mastercard, dan VISA. Kemudian, platform tersebut juga menyediakan kurir ekspedisi dari PT Pos Indonesia, TGI Express, dan sebagainya.

Djauhari berharap,kehadiran IDNStore yang dapat diakses di situs idnstore.cn, idnstore.hk, dan idnstore.tw bisa mendongkrak ekspor Indonesia ke tiga negara tersebut.

"Mudah-mudahan dengan ini semua target ekspor di 2021 onward itu akan lebih baik dari sekarang," pungkas Djauhari.

(ara/ara)