Eks Klien Minta Polisi Tahan Bos Jouska Biar Nggak Kabur

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 16 Jan 2021 07:30 WIB
CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno menyatakan telah mencapai kesepakatan damai. Uang untuk damai ini digelontorkan senilai Rp 13 miliar.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Eks klien PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) meminta pihak berwajib agar segera menahan Aakar Abyasa Fidzuno. Mereka khawatir bos perusahaan perencana keuangan tersebut melarikan diri dari pemeriksaan.

Sebelumnya, saat awal-awal kasus Jouska mencuat, Aakar dikabarkan berniat kabur ke luar negeri, padahal ia masih tersangkut kasus investasi yang dianggap merugikan para kliennya tersebut.

"Waktu BAP Polda saya sudah serahkan surat permintaan untuk kalau bisa Aakar cs ditahan dan saat BAP Senin saya sounding lagi di Tipideksus (tindak pidana ekonomi khusus) Bareskrim Polri, supaya surat tersebut ditindaklanjuti. Tapi mereka sampaikan, selesaikan dulu BAP atau pelapor, baru ditindaklanjuti lagi," ujar Kuasa Hukum Nasabah Jouska Rinto Wardana ditemui di Bareskrim Polri, Jumat (15/1/2021).

Sementara ini, para nasabah hanya bisa berharap agar Aakar cs mau diajak berdialog soal kasus ini.

"Saya imbau rekan-rekan media untuk sampaikan ke Aakar dan afiliasi (Jouska) kalau kita buka diri untuk komunikasi dan berdialog. Pada prinsipnya, upaya tindak pidana adalah upaya terakhir, karena kami lihat sebelum-sebelumnya tidak ada upaya signifikan yang terjadi ketika para klien melakukan upaya agar uang bisa kembali, ternyata nggak ada, gagal semua. Makanya mau nggak mau kita ambil upaya laporan pidana," tuturnya.

"Saya minta saudara Aakar, nggak ada gunanya berkeras hati, silakan hubungi kami, kita berbicara, cari solusi terbaik, gimana mekanisme pengembalian kerugian para korban, ayo bicara, nggak ada yang perlu ditakuti sepanjang semua punya itikad baik," sambungnya.

Klaim Aakar yang bilang sudah mengembalikan uang nasabah hingga Rp 13 miliar, nyatanya belum dirasakan oleh mayoritas nasabah di bawah naungan Rinto. Hanya ada sekitar 1-2 nasabah saja yang menerima pengembalian dana, itu pun tak utuh sebanyak modal yang dikeluarkan.

"Perlu disampaikan, perlu diuruskan, dari uang yang diaku, yang diklaim di Aakar sudah dibayarkan pada para korban, hampir mayoritas bukan bagian dari klien saya. Memang ada 1-2 orang yang terima tapi hanya sepersekian persen saja, tetapi itu hanya trik dan mereka juga tetap merasa tertipu dan itu bukan penyelesaian," ungkapnya.

"Itu hanya untuk meredam supaya klien saya nggak melakukan upaya hukum saja. Jadi yang dibayar Aakar yang bukan klien saya," tegasnya.

(fdl/fdl)

Tag Terpopuler