Pengusaha Ramai-ramai Ngeluh soal 'PSBB Ketat'

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 18 Jan 2021 16:57 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan traffic atau jumlah pengunjung pusat belanja di wilayah DKI Jakarta saat ini sudah berada di level 30%.

Angka ini kembali menurun dari posisi akhir 2020 yang sebesar 40%. Dia bilang, total anggota APPBI di DKI Jakarta ada sebanyak 82.

"Ketika ada PPKM maka ini menjadi semakin parah, dan hari ini traffic pusat belanja selain dine in 25%, juga terpengaruh besar kantor yang 75% WFH. Hasil pantauan kami sejak tanggal 11 sampai hari ini, traffic sudah drop yang bisa sampai 40% sekarang sekitar 32%, bahkan beberapa pusat belanja 30%," kata Ellen.

Dia memperkirakan sudah ada sekitar 15% peritel atau tenant seluruh pusat belanja di DKI Jakarta akan menutup atau tidak memperpanjang sewa karena kondisinya yang berat. Padahal, menurut dia, sudah sekitar 6 bulan para tenant diberikan keringanan tidak membayar uang sewa kepada para pengelola pusat belanja.

"Kami minta pajak PPh Sewa yang 10% bisa diringankan sehingga pusat belanja bisa bernafas, selama 9 bulan PSBB dan sebagainya boleh dikatakan kami juga harus berbagi pihak ritel untuk membantu membebaskan uang sewa," jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan menurunnya tingkat pengunjung di pusat belanja sangat berdampak terhadap keberlangsungan para peritel atau tenant selama 'PSBB ketat' Jawa Bali.

"Jadi semua toko tidak ada traffic, orang biasanya makan malam dan belanja, ini yang kita sampaikan mohon pemerintah melihat kepentingan pelaku usaha," ungkap Budihardjo.



Simak Video "Mau Melakukan Perjalanan? Simak Aturan PPKM Jawa-Bali "
[Gambas:Video 20detik]

(hek/dna)