Calon Menkeu AS Janet Yellen Ungkap Prioritasnya soal Ekonomi

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 12:09 WIB
Janet Yellen
Janet Yellen/Foto: CNN.com
Jakarta -

Calon Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) pilihan Joe Biden, Janet Yellen mengatakan untuk memulihkan ekonomi AS, pemerintah harus banyak memberikan perhatian dan bantuan kepada pekerja minoritas dan wanita yang diterpa kesulitan finansial akibat pandemi COVID-19.

Hal itu dia sampaikan dalam sidang Kongres yang berlangsung Selasa waktu setempat. Yellen mendesak Kongres untuk cepat mengeluarkan stimulus yang besar untuk memulihkan ekonomi yang tengah krisis akibat pandemi COVID-19.

Yellen pun mengungkap rencana dari Presiden terpilih AS Joe Biden mengenai proposal stimulus senilai US$ 1,9 triliun akan lebih berguna untuk memulihkan ekonomi Negeri Paman Sam.

"Hal paling cerdas yang dapat kami lakukan adalah bertindak besar," katanya, Dikutip dari CNN, Rabu (20/1/2021).

Menurut Yellen, bantuan yang digelontorkan dalam jumlah besar akan membantu masyarakat yang menderita terutama bagi pekerja minoritas dan wanita.

Yellen juga menganjurkan untuk memperpanjang asuransi pengangguran dan berinvestasi dalam peluncuran vaksin untuk mempercepat pemulihan. Dia mengaku akan berupaya untuk meloloskan stimulus tambahan dan membuat terobosan untuk mempercepat proses penyebaran vaksin COVID-19.

Yellen juga menyebut mendukung rencana Biden untuk menaikkan upah minimum federal menjadi US$ 15 per jam. Dia yakin pengangguran akan berkurang jika upah naik.

Selain itu, Yellen juga mengatakan tidak akan mengendurkan pandangan dan aturan AS tentang China jika resmi menjadi Menteri Keuangan AS.

"China meremehkan perusahaan Amerika dengan membuang produk, mendirikan hambatan perdagangan, dan memberikan subsidi," katanya.

Yellen pun menegaskan bahwa prioritas pertama dari pemerintahan yang akan datang harus membuat bangsa dan rakyatnya melewati pandemi sebelum menangani masalah lain termasuk defisit dan perpajakan.

"Kita perlu meringankan penderitaan yang ditimbulkan pandemi ini," katanya.

(ara/ara)