Airlangga Komentari Rumor 'Perkawinan' Gojek-Tokopedia

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 16:36 WIB
Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait kabar penggabungan usaha alias merger dua unicorn Indonesia yakni Gojek dan Tokopedia. Dia bilang itu ranahnya swasta sehingga pemerintah tidak bisa berkomentar selama belum terjadi.

"Pertama itu ranah swasta, tentu pemerintah tidak bisa memberikan komentar selama ini belum terjadi dan itu adalah bisnis," kata Airlangga di sela press briefing virtual, Kamis (21/1/2021).

Keputusan bisnis seperti merger itu bisa saja dilakukan jika perusahaan memutuskan untuk melantai di bursa. Namun Airlangga menyebut regulasi saat ini belum memungkinkan startup untuk melakukan Initial Public Offering/IPO di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Platform-platform di Indonesia ini bisa ada yang mulai masuk ke pasar modal karena dari berbagai unicorn yang ada ini belum melantai di bursa sehingga kalau ada 1-2 yang melantai di bursa tentu transparansinya akan baik dan lebih banyak lagi masyarakat yang bisa ikut memilih karena saat sekarang peraturannya itu belum memungkinkan startup-startup untuk masuk bursa," tuturnya.

Selain dibutuhkan kapitalisasi tertentu, perusahaan yang melantai di bursa harus memiliki keuntungan selama dua tahun berturut-turut.

"Sekarang peraturannya itu belum memungkinkan startup-startup untuk masuk bursa karena kebanyakan mempersyaratkan adanya keuntungan dua tahun berturut-turut," ucapnya.

Sebelumnya, Gojek dan Tokopedia dikabarkan bakal melakukan merger. Jika kabar itu terealisasi, valuasi perusahaan akan mencapai lebih dari US$ 18 miliar atau setara Rp 250 triliun (kurs Rp 13.918).

Merger ini akan menyatukan layanan dari kedua perusahaan, mulai dari pemesanan ojek dan taksi online, pembayaran, pengiriman online, juga belanja online. Gojek dan Tokopedia yang dikabarkan mau merger ini disebut tak hanya melantai di bursa Indonesia dengan hasil penggabungan, tetapi juga di Amerika Serikat (AS).

(eds/eds)