Daftar 20 Ikan Bersirip Dilindungi Negara, Jangan Main Tangkap!

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2021 11:05 WIB
Seorang pengusaha yang berhasil membudidayakan ikan Arwana ini berhasil meraup untung hingga ratusan juta pertahun. Penasaran? Intip aja yuks.
Ilustrasi/Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2021 yang isinya menetapkan 20 jenis ikan bersirip yang dilindungi negara. Menurut Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP TB Haeru Rahayu penetapan status perlindungan 20 jenis ikan bertujuan untuk menjaga dan menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan jenis ikan.

Hal tersebut dilakukan, dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragaman sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan.

Mengutip Antara, 20 jenis ikan tersebut adalah Pari Sungai Tutul, Pari Sungai Raksasa, Pari Sungai Pinggir Putih, Arwana Kalimantan, Belida Borneo, Belida Sumatera, Belida Lopis, Belida Jawa, ikan Balashark, dan Wader Goa.

Selanjutnya ikan Batak, Pasa, Selusur Maninjau, Pari Gergaji Lancip, Pari Gergaji Kerdil, Pari Gergaji Gigi Besar, Pari Gergaji Hijau, Pari Kai, Ikan Raja Laut, dan Arwana Irian.

Penetapan ini merupakan tindak lanjut pemisahan Otoritas Pengelola (Management Authority/MA) CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) untuk jenis ikan bersirip (pisces) dari semula berada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beralih kewenangan pengelolaannya kepada KKP.

"Untuk itu, 20 jenis ikan bersirip yang telah ditetapkan dalam Permen LHK Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi perlu ditetapkan lagi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan," jelas pria yang akrab disapa Tebe itu, Sabtu (23/1/2021).

Tebe menegaskan dengan ditetapkannya status perlindungan 20 jenis ikan dan ditetapkannya KKP sebagai MA CITES untuk jenis ikan bersirip, pihaknya akan terus memperkuat aspek kelembagaan, pengawasan, pelestarian, pengembangbiakan, dan karantina ikan.

"Kita tidak sendiri dalam menjalankan mandat CITES ini, tentunya berbagi tugas dan didukung oleh unit kerja lainnya, seperti aspek karantina, budi daya, pengawasan, tangkap (penangkapan) akan menjadi satu kesatuan dalam pelaksanaannya ke depan," tegasnya.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Andi Rusandi menambahkan untuk ikan Arwana Irian (Scleropages jardinii) statusnya dilindungi terbatas, sedangkan untuk 19 jenis lainnya statusnya dilindungi secara penuh.

Andi menjelaskan yang dimaksud dengan perlindungan penuh adalah perlindungan pada seluruh tahapan siklus hidup termasuk bagian tubuhnya dan produk turunannya. Sedangkan status perlindungan terbatas pada Arwana Irian adalah perlindungan berdasarkan periode waktu tertentu dan ukuran tertentu.

"Untuk ikan arwana Irian, ketentuannya dilarang menangkap sepanjang waktu, kecuali anakan ukuran 3 cm sampai dengan 5 cm dapat ditangkap pada bulan November, Desember, Januari, dan Februari," uja Andi.

(hns/hns)