Pandemi Tak Kunjung Reda, Ekonomi Pulih 2021 Terancam Tertunda?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 11:15 WIB
Managing Director International Monetary Fund (IMF)
Foto: Dana Aditiasari/detikFinance

Stimulus Tetap Ada

Data ekonomi ECB terbaru menunjukkan kontraksi pada kuartal terakhir tahun 2020, yang menurut Lagarde akan berdampak pada kuartal pertama tahun 2021.

Pada bulan Desember, ECB memperkirakan tingkat PDB zona Euro bisa mencapai 3,9% untuk 2021 dan 2,1% untuk 2022, tetapi perkiraan ini sangat bergantung pada bagaimana perkembangan kasus COVID-19 dan seberapa cepat warga dapat divaksinasi.

Bahkan ketika kawasan Eropa mencapai titik ketika ekonominya dapat dibuka kembali sepenuhnya, akan ada tantangan lebih lanjut untuk memastikan adanya pertumbuhan ekonomi yang solid.

"Bukan ekonomi yang sama yang kita bicarakan," tambah Lagarde.

Pekan lalu, ECB memutuskan untuk mempertahankan stimulus moneternya. Program bernilai1,85 triliun euro (US$ 2,25 triliun) itu akan diperpanjang hingga Maret 2022 1,85 triliun euro (US$ 2,25 triliun). Stimulus ini diharap dapat membantu menjaga biaya pinjaman lebih rendah untuk pemerintah zona euro.

Suku bunga bank sentral juga tetap pada posisi terendah dalam sejarah untuk lebih meningkatkan pinjaman di wilayah tersebut.


(eds/eds)