Ditarget Kelar Desember, 179.000 Orang Sudah Divaksin COVID-19

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 12:30 WIB
Dalam dua pekan pertama sebagai Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin setidaknya melakukan lima terobosan berarti terkait penanganan Covid-19 dan program vaksinasi.
Foto: ANTARA FOTO
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat sebanyak 179.000 orang sudah melakukan vaksinasi Corona (COVID-19) per 25 Januari. Angka tersebut diprediksi akan terus mencapai 1,3 juta orang untuk tahap pertama yang terdiri dari petugas kesehatan.

"Diawali oleh Bapak Presiden pada 13 Januari lalu dan program fasilitas vaksinasi tahap pertama diperkirakan 1,3 juta tenaga kesehatan dan pelayanan publik, diharapkan ini bisa mencapai target dan sekarang sudah sekitar 179.000 orang telah divaksinasi," kata Airlangga dalam webinar bertajuk 'Akselerasi Pemulihan Ekonomi', Selasa (26/1/2021).

Airlangga menjelaskan pemerintah sudah membuat jadwal vaksinasi COVID-19 dan akan selesai Desember 2021 sesuai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu mempercepat 77 juta masyarakat yang rencana akan divaksinasi Januari-Maret 2022.

"Pemerintah sudah membuat jadwal ini (vaksinasi), Bapak Presiden minta ini akan diselesaikan di bulan Desember sehingga ada percepatan terhadap 77 juta masyarakat yang rencana awal di Januari-Maret tahun depan itu ditarik ke depan," ucapnya.

"Tentunya ini perlu di monitor secara bersama namun Kita juga harus mengingatkan bahwa kegiatan kegiatan di hulu yaitu kegiatan kegiatan terkait dengan kedisiplinan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak terus harus dilakukan," tambahnya mengingatkan.

Berdasarkan bahan paparannya, pentahapan sasaran penerima vaksinasi COVID-19 pertama adalah petugas kesehatan dengan jumlah 1,3 juta orang, dilanjutkan petugas publik 17,4 juta orang dan 21,5 juta orang lansia. Periode vaksinasi untuk kategori tersebut akan dilakukan pada Januari-April 2021.

Sedangkan vaksinasi COVID-19 tahap kedua akan diberikan oleh masyarakat rentan atau masyarakat di daerah dengan risiko penularan tertinggi sebanyak 63,9 juta orang dan masyarakat lainnya dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin sebanyak 77,4 juta orang. Periode pemberian vaksinnya untuk kategori tersebut dilakukan April 2021 sampai Maret 2022, yang kemudian akan dipercepat ke Desember 2021.

(zlf/zlf)