Bantu Warteg Agar Tak Gulung Tikar, Kemenkop UKM Gaet Platform Digital

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 15:51 WIB
Kemenkop UKM
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menggelar diskusi dengan perwakilan pengurus Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) serta Paguyuban Pedagang Warung Tegal dan Kaki Lima se-Jakarta dan sekitarnya (Pandawakarta) di Kantor Kemenkop UKM (25/1).

Dalam diskusi tersebut dibahas mengenai solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi para pelaku usaha warteg dan pedagang kaki lima akibat pandemi Corona.

Menurut Ketua Kowantara, Mukroni tercatat hampir separuh dari pedagang warteg memilih untuk pulang ke kampung halaman karena permintaan yang terbatas dan berimbas pada turunnya pendapatan. Meski demikian, ia membantah isu yang beredar soal 20 ribu warteg gulung tikar dan menyatakan bahwa angka tersebut tidaklah benar.


"Tidak semua warteg atau pedagang kaki lima punya pendapatan dan kapasitas yang sama, sehingga perlu didata," terang Puji dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1/2021).Lebih lanjut, Mukroni berharap pemerintah bisa turun tangan untuk mendata seluruh pelaku usaha warteg agar mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi sebenarnya. Sebab, dikatakan Puji Hartoyo selaku perwakilan dari Pandawakarta, tidak semua warteg atau pedagang kaki lima memiliki kondisi yang sama.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Eddy Satriya menegaskan bahwa warteg adalah salah satu usaha rakyat yang menjadi fokus perhatian pemerintah. Eddy juga sepakat jika data menjadi langkah pertama yang penting dalam mengukur kebutuhan pelaku usaha makanan tersebut.

"Jika data yang dibutuhkan terkait dengan jumlah warteg yang terdampak bisa dikumpulkan dengan cepat dan tepat, maka proses pemberian bantuan akan cepat disalurkan," ujar Eddy.

Adapun bantuan yang diberikan pemerintah kepada pelaku usaha antara lain melalui Banpres Produktif Usaha Mikro yang sudah berlangsung sejak 2020 silam. Bantuan modal kerja juga dapat diakses melalui koperasi yang dibantu pembiayaannya melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB KUMKM) atau akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan.

Eddy memaparkan, jika pihaknya mendorong adanya kerja sama dari seluruh stakeholder usaha warung makan dan kaki lima. Sebut saja program bapak asuh yang melibatkan BUMN atau swasta yang dinilai mampu meningkatkan keterampilan SDM sekaligus memberdayakan pelaku usaha. Ataupun menghubungkan dengan akses pasar dalam program sosial mobilisasi makan gratis yang dibiayai pemerintah/swasta.

Dalam rangka mendata sebaran dan status warteg, ia mengatakan jika Kemenkop UKM telah menggandeng sejumlah penyedia platform digital, seperti Wahyoo.

Terkait kerja sama dengan Kemenkop UKM tersebut, Peter Shearer selaku CEO Wahyoo mengatakan, pihaknya selama ini membantu para pelaku usaha warung makan untuk bertransformasi ke ranah digital, meningkatkan standar protokol kesehatan, hingga membantu akses permodalan usaha.

Peter menambahkan, setidaknya ada hampir 16 ribu warung makan di Jakarta yang sudah masuk ke dalam ekosistem digital. Dengan begitu, pemilik warung tidak hanya dapat melayani pesanan secara daring, tapi juga bisa melakukan pembukuan dengan sederhana, pembiayaan jadi lebih mudah, serta memiliki potensi untuk menambah penghasilan.

"Bahkan, kita dorong mereka untuk bisa masuk ke platform seperti Gofood dan Grabfood, sampai di tahap kita berikan juga pelatihan serta strateginya," pungkasnya.

Menurutnya, pemetaan data warung makan dan digitalisasi bisa menjadi solusi guna mempertahankan dan meningkatkan produktivitas pelaku usaha di masa pandemi.

Untuk diketahui, diskusi tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen Kemenkop UKM dalam mengawal dan memastikan hadirnya solusi tepat, cepat, dan mudah diakses oleh pelaku UMKM, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional. Turut hadir dalam diskusi Sekretaris Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim, Staf Khusus Menkop UKM Tb. Fiki C. Satari, serta Direktur Utama LLP KUKM Leonard Theosabrata.



Simak Video "Kembang Kempis Napas Warteg di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)