Minta PNS Jabar Borong Produk UMKM, Ridwan Kamil: Nggak Usah Nabung!

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 19:45 WIB
Menjelang pergantian tahun 2021, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi di Ibukota Jawa Barat, Kota Bandung.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengajak orang kaya khususnya pegawai negeri sipil (PNS) untuk membelanjakan uangnya membeli produk UMKM. Pasalnya, pegawai abdi negara itu dinilai pendapatannya tidak terdampak pandemi virus Corona (COVID-19).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan akan meluncurkan kampanye bertajuk 'Borong Dong' pada bulan depan. Golongan orang kaya termasuk PNS diharapkan bisa menjadi pahlawan dan menggenjot daya beli yang lesu untuk menggerakkan perekonomian.

"Yang terberat saat ini adalah daya beli, jadi daya beli ini terbagi dua yaitu menengah bawah tertekan maka bansos kita teruskan dengan berbagai cara. Yang kedua belanja menengah atas, ini terus kita kampanyekan salah satunya bulan depan saya launching agar rakyat Jawa Barat mau belanja, khususnya PNS ini kita punya ratusan ribu total yang tidak terpengaruh oleh pandemi COVID pendapatannya, saya bilang belanja adalah bela negara," kata Kang Emil dalam webinar bertajuk 'Akselerasi Pemulihan Ekonomi', Selasa (26/1/2021).

Dia meminta PNS selama krisis akibat pandemi COVID-19 ini agar menunda untuk menabung. Kang Emil mau masyarakat menghabiskan uangnya sebanyak-banyaknya untuk membeli produk UMKM.

"Nggak usah nabung-nabung dulu, nabungnya nanti kalau sudah situasi normal, sekarang lagi krisis keluarkan tabungannya untuk belanja di UMKM dengan konsep 'Borong Dong," ucapnya.

Selain itu, Kang Emil mengaku telah berkomitmen untuk membantu pariwisata Bali. Setelah kampanye 'Borong Dong' selesai, dia mau warga Jawa Barat membeli produk kerajinan dari Bali sebagai bentuk solidaritas.

"Termasuk kita juga akan bertoleransi dengan provinsi Bali, kita akan bantu rakyat Jawa Barat membeli produk-produk kerajinan Bali sebagai bentuk solidaritas kita ke provinsi Bali yang pariwisatanya masih jauh dari pulih dibandingkan provinsi Jawa Barat," tuturnya.

(zlf/zlf)