Mentan Minta HKTI Bantu Petani Tingkatkan Produktivitas

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 23:57 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ikut berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan serta menghadirkan pertanian yang semakin maju, mandiri dan modern. Hal itu disampaikan Syahrul dalam pelantikan pengurus DPP HKTI 2020-2025.

"Hadirnya HKTI harus mampu berjalan mendampingi Kementerian Pertanian dalam upaya mewujudkan pertanian yang semakin kokoh," ujar Syahrul dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1/2021).

Menurut Syahrul yang menjabat Ketua Dewan Penasehat HKTI, kontribusi HKTI sangat penting dalam membangun pertanian. Terlebih dalam melakukan konsolidasi dan membantu para petani sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan sumber daya manusia yang semakin berkualitas.

"Karena itu kita harus dorong terus supaya konsolidasi ini dapat menimbulkan kesearahan program antara HKTI dan Kementan, sehingga segala hal yang dibutuhkan petani adalah bagian-bagian yang secara bertahap bisa kita wujudkan secara bersama," jelas Syahrul.

Ketua Umum HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko berjanji akan meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak yang berkaitan dengan pembangunan pertanian nasional. Menurut Moeldoko, langkah tersebut merupakan kunci dalam membantu petani mewujudkan kesejahteraan.

"Pesan dari Pak Mentan perlunya pendampingan para petani. Saya ingin HKTI ada di peranan tersebut termasuk konsolidasi langsung dengan Poktan dan Gapoktan," ungkap Moeldoko.

Moeldoko menilai HKTI dan pemerintah perlu membangun social engineering, yakni pertanian tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang lama tetapi harus dengan inovasi baru dengan memanfaatkan teknologi dan mekanisasi. Terlebih di era new normal ini sektor pertanian harus menjadi ujung tombak perubahan ke arah yang lebih baik.

"Kita tidak bisa meletakkan pertanian seperti ini terus. Cara-cara kita bertani harus kita sesuai mulai dari marketnya sampai teknologi. Inilah pemahaman new normal yang harus kita pahami," urai Moeldoko.

Moeldoko juga meminta para pengurus mulai melakukan koordinasi dan komunikasi dengan lembaga dan pemangku kepentingan sehingga dapat menjembatani kepentingan para petani.

"Inilah pentingnya penguatan organisasi agar berperan besar dalam membangun ketahanan pangan, kemandirian pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani," imbuh Moeldoko.

Moeldoko menambahkan fungsi HKTI tahun ini harus menjadi bridging institution yang menghubungkan petani dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan komunitas.

"HKTI harus menjadi yang terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan petani, ketahanan pangan, dan kedaulatan pangan," tuntas Moeldoko.

(mul/ega)