Oh Ternyata Ini Daftar Negara yang 'Ganggu' Ekspor RI

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 30 Jan 2021 11:15 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Produk ekspor Indonesia ke sejumlah negara mendapat gangguan lagi. Ada 37 tarif bea masuk yang dikenakan terhadap sejumlah produk Indonesia, dan diterapkan di 14 negara. Pengenaan tarif itu merupakan upaya proteksi produk lokal negara-negara tersebut dari produk Indonesia.

Parahnya lagi, 5 di antara 14 negara itu adalah negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia, Thailand, Vietnam, Australia, dan Filipina.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, Filipina adalah negara tetangga yang paling banyak mengenakan tarif ke produk Indonesia.

"Banyak produk Indonesia yang mendapat hambatan perdagangan di luar negeri, yang sangat disayangkan mitra ASEAN kita Filipina menjadi juaranya menerapkan safeguard kepada indonesia," kata Lutfi dalam konferensi Pers Trade Outlook 2021, Jumat (29/1/2021).

Tak hanya negara tetangga, negara lain juga mengenakan tarif bea masuk mulai dari bea masuk anti dumping (BMAD), dan safeguard measures atau bea masuk tindakan pengamanan (BMTP).

Berikut daftar lengkapnya:

1. Malaysia

-polyethylen terephtalate/PET (BMAD)
-cold rolled stainless steel (BMAD)
-ceramic floor and wall tiles (BMTP)

2. Thailand

-biaxially oriented polypropylene/BOPP (BMAD)
-alumunium foil (BMTP)

3. Vietnam

-polyester fiber yarn dan sorbitol (BMAD)

4. Australia

-kertas A4 (sunset review BMAD)

5. Filipina

-kendaraan bermotor (BMTP)
-Aluminum Zinc (GL), Coils and Strips (BMTP)
-Galvanized Iron and Aluminum Zinc (BMTP)
-Galvanized Iron Sheets, Coils and Strips (BMTP)
-LLDPE dan HDPE (BMTP)

6. Amerika Serikat (AS)

-PC strand (BMAD)
-matras (BMAD)
-common alumunium sheet (BMAD)
-wind towers (BMAD)

7. Kanada

-certain concrete reinforcing bar (BMAD)
-OCTG (sunset review BMAD)

8. Uni Eropa

-cold rolled stainless steel in coil (BMAD)
-MSG (sunset review BMAD)

9. Ukraina

-polymeric materials dan kabel (BMTP)

10. Afrika Selatan

-iron non-alloy (BMAD)

11. Mesir

-raw alumunium (BMTP)
-produk ban (BMAD)

12. Selandia Baru

-galvanised wire (BMAD)

13. Turki

-polyester staple fiber dan PET Chips (BMAD)

14. Korea Selatan

-flat rolled stainless steel (BMAD)

Indonesia sendiri masih terus berupaya untuk bisa membebaskan hambatan impor itu. Namun, menurut Lutfi hambatan ini tak akan berhenti datang ke Indonesia, dan juga bukan untuk pertama kalinya.

"Ini bukan kali pertama kita diganggu orang tetapi saya bisa menjamin kalau ini bakal terjadi banyak proses-proses seperti demikian," pungkas dia.

(vdl/ara)