Fakta-fakta Garuda dan Batik Air Jurusan Semarang tapi Mendarat di Solo

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 31 Jan 2021 08:30 WIB
Garuda Indonesia dengan livery yang Indonesia banget
Foto: dok. Garuda Indonesia
Jakarta -

Pesawat terbang milik Garuda Indonesia dan Batik Air mendarat tidak sesuai dengan jurusan aslinya. Kedua pesawat ini sebetulnya berangkat dari Cengkareng menuju Semarang.

General Manager (GM) Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan mengatakan kedua pesawat tersebut justru mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Pendaratan darurat ini dilakukan karena cuaca buruk di Bandara Ahmad Yani.

"Hari ini Bandara Adi Soemarmo menerima dua pengalihan penerbangan dari Bandara Ahmad Yani, Semarang," kata Yani dikutip dari Antara, Sabtu (30/1/2021).

Berikut fakta-faktanya:

1. Kronologinya

Batik Air mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada pukul 08.55 WIB dengan membawa penumpang 78 orang, sedangkan Garuda Indonesia mendarat pada pukul 09.21 WIB dengan membawa penumpang 35 orang.

Menurut dia, saat ini para penumpang dalam kondisi baik dan masih menunggu di dalam pesawat.

"Baik penumpang Batik Air maupun penumpang Garuda Indonesia masih menunggu di pesawat dan menunggu cuaca bagus di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Kondisi pesawat yang divert landing aman di Bandara Adi Soemarmo," katanya.

2. Pernyataan Batik Air

Pada saat mendekati Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, pilot mendapat informasi dari petugas pengatur lalu lintas udara mengenai perubahan kondisi cuaca yang kurang baik (bad weather), yaitu curah hujan tinggi.

"Batik Air penerbangan ID-6362 dipersiapkan secara baik. Pesawat yang dioperasikan Boeing 737-800NG registrasi PK-LBZ sudah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (airworthy for flight)," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, Sabtu (30/1/2021).

Untuk mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan dikarenakan jarak pandang pendek yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pendaratan, pilot memutuskan melakukan pengalihan pendaratan (divert) di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo, di Boyolali, Jawa Tengah (SOC). Batik Air penerbangan ID-6362 mendarat pukul 08.45 WIB.

Setelah mendapatkan informasi bahwa jarak pandang di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani sudah memenuhi kualifikasi lepas landas dan mendarat, maka Batik Air mempersiapkan kembali penerbangan ke Semarang menggunakan nomor ID-6362D.

Batik Air penerbangan ID-6362D mengudara dari Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo pukul 11.05 WIB dan sudah mendarat di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani pada 11.35 WIB.

3. Pernyataan Bos Garuda

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Irfan Setiaputra buka suara terkait pesawat dengan nomor penerbangan GA 232 tujuan Cengkareng-Semarang mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.

Irfan mengatakan penyebab pesawat Garuda Indonesia mendarat di Bandara Adi Soemarmo akibat cuaca.

"Cuaca di Semarang," kata Irfan saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/1/2021).

Irfan menyebut, pendaratan pesawat Garuda Indonesia di Boyolali pun merupakan hal yang wajar. Menurut dia, pendaratan yang biasa disebut divert ini pun sudah sesuai dengan standar prosedur di dunia penerbangan.

Pendaratan seperti ini pun, kata Irfan sudah sering dilakukan di Indonesia khususnya pada saat hujan deras yang mempengaruhi jarak pandang pilot.

(hek/zlf)