Bencana Alam di Mana-mana, Sri Mulyani Waspadai Inflasi

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 19:48 WIB
mentor keuangan
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Berbagai daerah di Indonesia dilanda bencana alam akhir-akhir ini. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pun mewaspadai hal itu akan mengganggu inflasi.

"Mengenai inflasi terutama untuk sisi supply (penawaran), kalau supply-nya itu disruption-nya itu karena bencana alam ya kita akan segera make sure (memastikan) bahwa konektivitas bisa jalan kembali, flow of goods (aliran barang) bisa terjadi," kata dia dalam konferensi pers virtual Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (1/2/2021).

Antisipasi dilakukan terutama terhadap suplai barang-barang penting seperti bahan makanan pokok, gula, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, hingga beras.

"Itu akan terus dimonitor, ini terutama nanti menjelang puasa pasti intensitas untuk koordinasi di antara pemerintah, dan nanti dengan Bank Indonesia akan kita pererat lagi untuk menjaga dari sisi antisipasi supply side-nya," jelasnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada kesempatan yang sama juga menjelaskan bencana alam yang terjadi memang mengganggu suplai.

"Kalau yang berkaitan dengan gangguan suplai itu kan banyak berkaitan dengan kita masih mendapatkan musibah di beberapa daerah karena bencana gempa atau banjir sehingga itu mengganggu produksi maupun juga pasokan," paparnya.

Tapi menurutnya inflasi sejauh ini masih terbilang rendah, yang berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) adalah 0,26% pada Januari 2021 secara bulanan. Sementara secara tahunan, inflasi Januari 2021 sebesar 1,55%.

"Itu masih rendah, sehingga kita sebetulnya kami semua ingin mendorong permintaannya naik ya inflasinya memang akan cenderung naik. Tapi kan kita tahu bahwa tahun ini sasarannya kan (inflasi) 3% plus minus 1%," jelas Perry.

"Insyaallah (inflasi) akan kita kendalikan antara 2% sampai 4%," tambahnya.



Simak Video "Bencana Alam di Berbagai Daerah, Sri Mulyani Waspadai Inflasi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)