Inflasi Belum Pulih, BI Bakal Terus Tahan Suku Bunga Rendah

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 30 Jan 2021 22:30 WIB
Suku Bunga Acuan Dipangkas, Suku Bunga Kredit Kapan?
Foto: detik
Jakarta -

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, tingkat suku bunga acuan di level 3,75% masih akan tetap dipertahankan. Salah satu latar belakang keputusan BI mempertahankan suku bunga rendah itu ialah tingkat inflasi yang belum meningkat.

"Dari BI sendiri, kami akan menggunakan bauran kebijakan yang selama ini kami lakukan. Dari sisi kebijakan moneter, kita akan terus mempertahankan suku bunga rendah," kata Destry dalam Forum Diskusi virtual Salemba 46, Sabtu 30/1/2021).

Sepanjang tahun 2020, BI tercatat telah memangkas suku bunga sebanyak 5 kali. Pertama, BI menurunkan suku bunga ke level 5% pada 23 Januari 2020 dari angka terakhir 2019 ialah 5,75%. Selanjutnya, suku bunga kembali dipangkas 25 bps dan menjadi 4,75% pada 20 Februari 2020. Pada 19 Maret 2020, BI memangkas lagi bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,5%.

Tak sampai di situ, pada 18 Juni 2020 BI kembali memangkas suku bunga acuan menjadi 4,25%. Lalu 16 Juli 2020 BI memangkas lagi bunga acuan menjadi 4% dan ditahan selama 3 kali hingga 13 Oktober 2020. Kemudian pada 19 November 2020 BI akhirnya memangkas lagi bunga acuan menjadi 3,75% yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Destry mengatakan, suku bunga di level rendah itu terus dipertahankan sampai nantinya tingkat inflasi Indonesia meningkat.

"Paling tidak sampai lihat tanda-tanda inflasi itu meningkat. Dimana kita masih melihat masih jauh sekali tanda-tanda peningkatan inflasi, sehingga kita melihat suku bunga ini juga sekarang sudah suku bunga yang terendah sepanjang sejarah dengan BI rate kami sekitar 3,75%," tutur dia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan inflasi sepanjang tahun 2020 hanyalah 1,68%. Angka tersebut menunjukkan inflasi yang paling rendah sepanjang sejarah Indonesia.

Sementara itu, pertumbuhan inflasi Indonesia pada tahun sebelumnya, yakni sepanjang 2019 adalah 2,72%. Pertumbuhan inflasi pada 2019 itu saja sudah menunjukkan angka terendah sejak 1998.

(vdl/fdl)