Orang RI Dilarang Masuk Arab, Keberangkatan Umroh Tertunda Lagi

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2021 16:07 WIB
Jakarta -

Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) menyebut keberangkatan umroh pada tahun 2021 kebal gagal total usai pemerintah Arab Saudi menerbitkan larangan masuk bagi 20 negara termasuk Indonesia.

Larangan ini berlaku sejak tanggal 3 Februari 2020 dalam rangka penanganan dan adanya varian baru virus COVID-19.

"Ini menyebabkan jadwal yang kita siapkan selama 2-3 minggu belakangan, untuk keberangkatan minggu ke-3 atau minggu ke-4 di bulan Februari ini gagal total dan harus tertunda lagi," kata Ketua Umum SAPUHI, Syam Resfiadi saat dihubungi detikcom, Rabu (3/2/2021).

Syam mengatakan, kebijakan pemerintah Arab Saudi ini tentu berdampak sangat besar khususnya kepada para jamaah tanah air yang sudah memilih jadwal keberangkatan di tahun 2021.

"Mereka yang sudah membayar dan sudah bersiap tetapi tidak bisa diberangkatkan karena adanya peraturan ini," jelasnya.

Direktur Utama PT Patuna Mekar Jaya atau Patuna Umroh dan Haji Travel ini juga menyebut ada sekitar 46 ribu sampai 50 ribu jamaah umrah yang sudah terdaftar untuk menjalankan ibadah umrah di Departemen Agama. Jumlah jamaah ini tercatat untuk keberangkatan tahun 2019 yang sampai sekarang kembali tertunda karena pandemi COVID-19.

Seluruh jamaah ini, kata Syam harus lebih bersabar untuk menerima keadaan karena adanya larangan masuk untuk orang Indonesia ke Arab Saudi.

"Total umroh yang tidak diberangkatkan atau yang terdaftar di departemen agama itu ada 46-50 ribu jamaah umrah yang tertunda," ungkapnya.

(hek/eds)