Catat Nih, Proyek-proyek yang Mau Dikerjasamakan Lewat LPI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2021 17:45 WIB
Progres pembangunan Rumah Susun Sewa Tingkat Tinggi (RTT) Pasar Rumput terus dikebut. Rencananya proyek tersebut akan selesai pada akhir 2018.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia membuka pintu seluas-luasnya investasi dengan hadirnya Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dengan nama Indonesia Investment Authority (INA). Sejumlah proyek nantinya dapat dikerjasamakan dengan investor melalui lembaga tersebut.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya memiliki daftar aset yang bisa dikerjasamakan melalui INA.

"Kami memiliki peta jalan untuk tiga hingga lima tahun ke depan tentang daftar aset, jenis aset yang ingin kami transfer ke INA dan bekerja sama dengan investor," katanya dalam acara Mandiri Investment Forum, Rabu (3/2/2021).

Dia mengatakan, di tahun-tahun awal pihaknya bersama LPI akan fokus pada aset infrastruktur. Aset tersebut seperti jalan tol, bandara hingga pelabuhan.

"Dalam dua tahun pertama, kami fokus pada aset infrastruktur, seperti yang saya sebutkan tadi dan juga dalam presentasi seperti jalan tol, bandara dan pelabuhan," katanya.

Pihaknya juga membuka ruang untuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang baru saja dibentuk. Dia bilang, bank ini membutuhkan modal ke depannya.

"Seperti diketahui, kami baru saja menggabungkan Bank Syariah Indonesia dan mulai beroperasi kemarin, bank ini akan membutuhkan peningkatan modal yang signifikan dalam jangka menengah. Dan kami ingin melakukan rights issue dan tentunya jika ada match of interest kami akan sangat terbuka bekerjasama dengan investor mulai investor ingin mengambil block seed di BSI kedepannya," paparnya.

Dia juga menuturkan, pihaknya juga membuka ruang untuk sektor teknologi. Dia mengatakan, saat ini Telkom sedang melakukan restrukturisasi. Telkom berencana melepas anak usaha atau spin off.

"Saat ini Telkom sedang melakukan restrukturisasi korporasi, di mana kami ingin melakukan spin off beberapa perusahaan infrastruktur telekomunikasi menjadi beberapa emiten yang berbeda. Ambil contoh perusahaan tower ke depannya bisa juga infra co yang terdiri dari fiber dan juga 5G," ujarnya.

"Jadi ini juga bisa menjadi peluang yang baik, jangka menengah hubungannya dengan INA dan Telkom, di sisi lain dia juga mengembangkan infrastruktur digital dan juga bisnis konsumer melalui Telkomsel dan Telkom," sambungnya.

LPI merupakan lembaga yang diberi kewenangan khusus (sui generis) dalam rangka pengelolaan investasi pemerintah pusat melalui UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Keberadaan LPI diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis yang mampu memberikan kenyamanan bagi investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Dalam pengoperasiannya, LPI mendapat modal dari pemerintah hingga Rp 75 triliun dengan setoran awal sekitar Rp 15 triliun.



Simak Video "Jokowi Lantik Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)