Strategi BUMN Baja Tembus Ekspor di Tengah Pandemi

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 21:45 WIB
PT Krakatau Steel (persero) Tbk kembali membangun pabrik pipa baja untuk anak perusahaannya, PT Krakatau Hoogoven Indonesia di Cilegon. Total Investasinya mencapai Rp 335,6 miliar dengan target´┐Ż kapasitas produksi 150.000 ton per-tahun. Yuk, kita lihat proses produksi pipa baja di pabrik tersebut.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Meski terpapar pandemi COVID-19, PT Krakatau Steel Tbk masih bisa memperbaiki kinerjanya. Bahkan BUMN yang selalu merugi ini sudah mulai menorehkan laba yang cukup signifikan di 2020.

Salah satu pendorong kinerja perusahaan adalah ekspor komoditas produk baja ke Malaysia. Demi mendukung kelancaran proses ekspor baja tersebut, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) yang merupakan anak usaha Krakatau Steel di sektor pelabuhan telah mengimplementasikan pelayanan logistik terintegrasi untuk memberikan percepatan serta keamanan sebagai pelabuhan curah kering terbesar di Indonesia dengan predikat smartport.

"Kemarin holding Krakatau Steel melakukan ekspor baja perdana untuk negara tujuan Malaysia. Antaranya berupa produk baja Hot Rolled Coil (HRC), Hot Rolled Plate (HRP), dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO). Pengirimannya dilakukan melalui Pelabuhan Cigading milik PT Krakatau Bandar Samudera (KBS)," ujar Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera Akbar Djohan, Kamis (4/2/2021).

Selain negara Malaysia, ekspor baja juga akan dilakukan dengan tujuan negara Australia, maupun ke benua Eropa seperti Italia dan Spanyol. Akbar mengatakan bahwa PT KBS siap mendukung Krakatau Steel dalam kegiatan ekspor baja dan berkontribusi dalam majunya industri baja nasional.

"Kami akan terus mendukung kegiatan ekspor baja demi majunya industri di Indonesia. Tidak hanya baja, PT KBS juga berkomitmen untuk terus memperkuat integrasi layanan logistik sebagai Port Centric Integrated Logistic Company agar dapat berkontribusi untuk mendukung industri-industri lain seperti batu bara, mineral sampai bahan pangan seperti kedelai dan gandum," tambahnya.

"Bagi kami totalitas pelayanan menjadi prioritas utama. Pantang menyerah handling di tengah ombak dan cuaca buruk di dermaga, antrian angkutan selama berhari-hari demi percepatan pengangkutan komoditas dengan volume super besar yang mencapai lebih dari 30 ribu ton, sampai pemberian insentif kepada para pengemudi dan vendor agar tetap semangat ketika menunggu," lanjutnya.

PT Krakatau Bandar Samudra juga memiliki kompleks pergudangan atau Integrated Warehouse (IWH) terbesar se-ASEAN. Letaknya berada di pusat kawasan industri dan daya tampungnya mencapai 270 ribu ton untuk curah kering. Gudang penyimpanan terpadu khusus curah kering ini dibangun di lahan seluas 11,6 hektare.

"IWH PT KBS memiliki fasilitas teknologi termodern di Indonesia, di mana gudang transit seluas 11,6 HA ini akan terhubung langsung dengan Continuous Ship Unloader (CSU) yang berada di Dermaga 1 milik PT KBS melalui conveyor belt," tutupnya.

Sebagai informasi, CSU diperuntukkan untuk melayani bongkar kargo grain seperti soybean, corn, wheat & soybean meal dengan metode food grade handling. Teknologi berupa chain, discharge rate CSU dapat mencapai 1,300 ton/jam atau setara dengan rata-rata 20,000 ton/hari.

"KBS akan terus berkomitmen untuk berinovasi dan juga turut mengajak pihak swasta baik dalam maupun luar negeri untuk bersama-sama berkolaborasi guna meningkatkan nilai tambah pelayanan kepada pelanggan. Dengan ini kami harap industri di Indonesia akan semakin maju, bahkan terkenal sampai internasional karena teknologi dan pelayanan maksimal," tutup Akbar.

(das/eds)