Komisi XI Dukung Himbara Salurkan Kredit Produktif bagi UMKM & Industri

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 21:51 WIB
Dito Ganinduto
Foto: Kemenko Perekonomian-Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto
Jakarta -

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto menyampaikan pentingnya peran sektor industri perbankan di tengah pandemi COVID-19. Terutama dalam mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun 2021.

Hal ini Ia sampaikan pada Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI bersama jajaran Direksi Bank Mandiri dan jajaran Direksi BNI. Ia menilai perbankan berperan penting dalam penyaluran kredit yang produktif, baik KUR maupun modal kerja, dalam mendukung UMKM dan usaha produktif lainnya.

Politisi Senior Fraksi Golkar ini pun menekankan pentingnya mitigasi risiko yang dilakukan secara cermat terhadap dampak dari pandemi COVID-19 dan dengan faktor ketidakpastian perekonomian global. Menurutnya, dibutuhkan kebijakan yang kuat dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya melalui penyaluran kredit produktif kepada UMKM dan industri.

"Dukungan kredit yang produktif kepada UMKM dan Industri produktif akan memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021," ungkap Dito dalam keterangannya, Kamis (4/2/2021).

Dito menjabarkan dukungan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk terhadap PEN melalui penyaluran kredit sebesar Rp 66,6 triliun kepada 268.859 debitur. Selain itu terdapat pula Subsidi Bunga untuk UMKM sebesar Rp 1,26 triliun untuk 723.929 rekening.

Ia pun mengungkap dukungan yang sama diberikan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat yang tumbuh sebesar 33,6 persen tahun 2020 secara year-on-year.

Adapun untuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, di sepanjang tahun 2020 telah menyalurkan kredit sebesar Rp 938,37 triliun yang tersebar di berbagai segmen seperti Mikro, Kecil dan Menengah, Konsumsi, UMKM, Korporasi.

Sementara untuk kinerja Penyaluran Kredit PEN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tercatat telah tersalurkan kepada 108.000 ribu debitur dengan nominal Rp 33,93 triliun.

"Keberlanjutan dukungan terhadap UMKM dan sektor produktif harus terus dilakukan oleh perbankan. Hal ini sejalan kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 97%, kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 60%, penyumbang 58% dari total investasi, dan 14% ekspor dari total ekspor," tegasnya.

Bendahara Umum DPP Golkar ini pun menyampaikan peran dan kontribusi dari Bank Himbara menjadi kunci keberhasilan program dukungan kepada UMKM serta pembiayaan korporasi melalui penyaluran kredit yang produktif. Hal ini sejalan dengan program keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional di 2021.

"Sehingga, di tahun 2021 UMKM bangkit dan ekonomi pulih," pungkasnya.

(ega/hns)