KKP Siapkan Ekosistem Industri buat Sulap Maluku Jadi Lumbung Ikan RI

Nurcholis Maarif - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2021 20:59 WIB
KKP
Foto: KKP
Jakarta -

Pengembangan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) disebut merupakan salah satu jalan untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat wilayah Timur Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ikut terlibat di dalam pengembangan ini akan menyiapkan ekosistem industri untuk menyukseskan program pemerintah yang sudah lama digulirkan tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut ekosistem industri yang dimaksud adalah menyiapkan infrastruktur dasar pelabuhan perikanan serta memastikan ketersediaan komoditi laut sebagai bahan dasar berlangsungnya produksi di kawasan LIN.

"Saya mempersiapkan dari aspek ekonominya, jadi ekonominya adalah ikan dan yang berkaitan dengan biota laut. Ini yang sedang kita siapkan," ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).

Ia mengatakan pelabuhan perikanan di kawasan LIN Maluku rencananya dibangun semodern mungkin dengan mengusung konsep integrasi dari hulu hingga hilir. Dengan demikian proses bisnis yang berjalan lebih efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Bagi kami di KKP adalah bagaimana seluruh potensi sektor KP atau biota kelautan ini, bisa berpusat di sini, sehingga perekonomian di sini nanti tumbuh. Lalu ada terbangunnya suatu pelabuhan perikanan yang modern, seperti yang kaya di Jepang misalnya," ujar Trenggono.

Menurutnya, butuh kerja sama semua pihak untuk menyukseskan program Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional. Sejauh ini sinergitas antar kementerian/lembaga dan pemerintah sudah dibangun di bawah komando Kemenko Marves.

"Saya kira mohon dukungan dari semua pihak, supaya pembangunan ekonomi timur sudah bisa kita laksanakan sehingga menjadi legacy pemerintahan ini ke depan," pungkasnya.

Menteri Trenggono mengujungi kawasan LIN di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, serta Deputi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin.

Sementara itu Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan kunjungan ke Maluku sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta program LIN segera berjalan. Kedatangan kali ini untuk melakukan sinkronisasi terhadap persiapan-persiapan infrastruktur baik pelabuhan transportasi maupun kawasan pelabuhan perikanan.

"Pesan Presiden tidak boleh lama-lama, harus bergerak cepat dan ditargetkan 2023 baik pelabuhan dan infrastruktur lainnya bahkan industrinya, sudah bisa berjalan," ujarnya.

(ncm/ega)