Beda Pengakuan Antam-Zaim Saidi soal Dinar-Dirham di Pasar Muamalah

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 06 Feb 2021 11:00 WIB
Penampakan dinar dan dirham di Pasar Muamalah, Depok.
Foto: Dok. Istimewa

Untuk mekanisme jual-beli keping emas dinar dan keping perak dirham di Antam sama dengan mekanisme jual beli logam mulia Antam lainnya yaitu cash and carry atau jual putus. Kunto menjelaskan pada dasarnya perhitungan valuasi keping emas dinar dan keping perak dirham ini yang dihitung adalah berat dan kadar emas atau perak dari keping tersebut yang kemudian dikonversi menjadi nilai rupiah.

"Dalam proses penjualannya, pelanggan yang membeli keping emas dinar dan keping perak dirham Antam harus membayar uang sejumlah berat dan kadar emas atau perak yang terkandung dalam keping tersebut. Dan jika akan dijual kembali kepada Antam juga mengikuti ketentuan harga buyback yang berlaku pada saat hari dilakukan transaksi," teranganya.

Untuk penamaan dinar dan dirham sendiri merujuk pada satuan berat tertentu dengan kadar tertentu dan tidak merujuk pada desain tertentu. Untuk hitungan 1 keping emas dinar merupakan emas dengan berat 4,25 gram dan kadar emas 91,7%. Sedangkan untuk hitungan 1 keping perak dirham merupakan perak dengan berat 2,975 gram dan kadar perak 99,95%. Selain itu, Antam juga menyediakan keping emas Dinar dengan kadar emas 99,99%.

Sebenarnya produk keping emas dinar dan keping perak dirham yang diproduksi Antam memiliki desain yang sudah ditentukan. Namun karena produk ini juga merupakan collectible item, maka dimungkinkan jika pelanggan ingin membuat desain khusus sesuai dengan permintaan.

"Produk collectible item ini dikategorikan sebagai custom product dimana pelanggan juga dapat membuat emas dengan bentuk dan ukuran khusus, tentunya dengan perhitungan yang berbeda pula dari produk standar yang dijual Antam," tuturnya.

Namun dia kembali menegaskan bahwa tidak ada pesanan dalam daftar perusahaan atas nama Zaim Saidi maupun Amirat Nusantara. Dia juga menegaskan bahwa keping emas dinar dan keping perak dirham milik Antam merupakan collectible item, bukan ditujukan sebagai alat tukar.


(das/hns)