Ekonomi RI Unggul dari Negara G20, Tapi Keok Sama Vietnam

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 06 Feb 2021 14:00 WIB
Pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021 masih memiliki tantangan besar. COVID-19 masih menjadi faktor ketidakpastian alias hantu pemulihan ekonomi.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 2,07% di tahun 2020, angka tersebut memang lebih baik dibandingkan beberapa negara G20 dan ASEAN. Namun, perekonomian Indonesia kalah telak jika dibandingkan dengan Vietnam yang mampu tumbuh di zona positif meski sama-sama terdampak COVID-19.

"Jika dilihat beberapa perbandingan data pertumbuhan ekonomi negara lain, Indonesia memang terlihat lebih baik. Namun demikian jika kita lihat, salah satu negara yang berhasil tumbuh positif sepanjang tahun lalu ialah Vietnam," kata peneliti CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Beberapa negara G20 dan ASEAN yang ekonominya terkontraksi seperti Amerika Serikat (AS) minus 3,5%, Jerman minus 5,0%, Rusia minus 3,1%, Singapura minus 5,8%, Filipina minus 9,5%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia haya lebih rendah dari Korea Selatan yang minus 1,0%, China positif 2,3%, dan Vietnam 2,9%.

Jika dilihat pada kuartal IV, ekonomi Vietnam tumbuh 4,5% dan China tumbuh 6,5%. Sementara Indonesia minus 2,19% di kuartal IV-2020.

"Menarik Vietnam, di awal mula pandemi pertumbuhan ekonominya sempat terkontraksi hingga 40% (q-to-q) pada kuartal II, di saat yang sama pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya terkontraksi 4%," ujarnya.

"Namun demikian karena Vietnam berhasil menanggulangi pandemi dengan baik, pertumbuhan ekonomi mereka sepanjang tahun bisa rebound mencapai level positif, semetara Indonesia meski membaik tetapi masih berkutat di level negatif," sambungnya.

Sementara itu, ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Ninasapti Triaswati menilai pemerintah harus lebih gencar lagi mengerahkan anggaran APBN untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun 2021.

APBN, dikatakan Nina bisa menjadi senjata bagi pemerintah untuk meneruskan tren pemulihan ekonomi yang saat ini sudah terjadi.

"APBN yang dialokasikan untuk program pemulihan ekonomi nasional efektif yaitu cepat diserap dan tepat sasaran artinya tingkat korupsi bisa minimal bahkan nol," ungkap Nina.

Lihat juga Video "Penjelasan BPS Soal Ekonomi RI 2020 Terburuk Sejak Krismon 98":

[Gambas:Video 20detik]



(hek/eds)