Perbandingan Ekonomi RI dengan Vietnam di Tengah Pandemi, Siapa Juara?

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 08:30 WIB
Perselisihan Memanas Saat Vietnam Cari Pemimpin Baru
Foto: DW (News)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 sudah melanda banyak negara di dunia, WTO mengumkan bencana non alam ini menjadi pandemi pada Maret 2020. Sektor kesehatan, sosial, ekonomi, hingga keuangan terdampak parah.

Ekonomi benyak negara pun banyak yang negatif, khususnya di kuartal II-2020. Indonesia dan Vietnam pun menjadi negara yang terdampak. Bagaimana perbandingannya?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 2,07% di tahun 2020, angka tersebut memang lebih baik dibandingkan beberapa negara G20 dan ASEAN. Namun, perekonomian Indonesia kalah telak jika dibandingkan dengan Vietnam yang mampu tumbuh di zona positif meski sama-sama terdampak COVID-19.

"Jika dilihat beberapa perbandingan data pertumbuhan ekonomi negara lain, Indonesia memang terlihat lebih baik. Namun demikian jika kita lihat, salah satu negara yang berhasil tumbuh positif sepanjang tahun lalu ialah Vietnam," kata peneliti CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Beberapa negara G20 dan ASEAN yang ekonominya terkontraksi seperti Amerika Serikat (AS) minus 3,5%, Jerman minus 5,0%, Rusia minus 3,1%, Singapura minus 5,8%, Filipina minus 9,5%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia haya lebih rendah dari Korea Selatan yang minus 1,0%, China positif 2,3%, dan Vietnam 2,9%.

Jika dilihat pada kuartal IV, ekonomi Vietnam tumbuh 4,5% dan China tumbuh 6,5%. Sementara Indonesia minus 2,19% di kuartal IV-2020.

"Menarik Vietnam, di awal mula pandemi pertumbuhan ekonominya sempat terkontraksi hingga 40% (q-to-q) pada kuartal II, di saat yang sama pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya terkontraksi 4%," ujarnya.

"Namun demikian karena Vietnam berhasil menanggulangi pandemi dengan baik, pertumbuhan ekonomi mereka sepanjang tahun bisa rebound mencapai level positif, sementara Indonesia meski membaik tetapi masih berkutat di level negatif," sambungnya.

Sementara itu, ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Ninasapti Triaswati menilai pemerintah harus lebih gencar lagi mengerahkan anggaran APBN untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun 2021.

APBN, dikatakan Nina bisa menjadi senjata bagi pemerintah untuk meneruskan tren pemulihan ekonomi yang saat ini sudah terjadi.

"APBN yang dialokasikan untuk program pemulihan ekonomi nasional efektif yaitu cepat diserap dan tepat sasaran artinya tingkat korupsi bisa minimal bahkan nol," ungkap Nina.

Simak juga video 'Jokowi Kecewa Ekspor Kopi Indonesia Kalah Telak dari Vietnam':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/zlf)