Pengusaha Buka Suara Penyebab Harga Kedelai Mahal

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 18:59 WIB
minyak kedelai
Foto: iStock
Jakarta -

Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) memberi penjelasan terkait mahalnya harga kedelai. Menurut Akindo, penyebab mahalnya kedelai ialah pasokan yang menipis imbas COVID-19.

Di sisi lain, permintaan dari China meningkat karena menyambut Imlek.

Ketua Akindo Yusan mengatakan, kedelai saat ini umumnya bersumber dari Amerika Serikat (AS) dan Amerika Latin. Untuk kedelai konsumsi yakni seperti tahu tempe biasanya dipasok dari AS sementara untuk pakan ternak atau bungkil dari Amerika Selata. Saat ini, harga kedelai sekitar US$ 13,5 per busel.

Dia menjelaskan, sekitar November 2020 lalu ekonomi China mulai pulih. Sementara, AS dan Amerika Selatan tengah didera pandemi sehingga produksi kedelai menurun.

"Nah China sudah recovery ekonominya sedikit, dia menyambut Imlek persiapannya bulan November sudah dilakukan jadi permintaan daging meningkat saat Imlek. Dan dia perlu pakan ternak, langsung double," katanya kepada detikcom, Minggu (7/2/2021).

China yang terlibat perang dengan AS telah mengalihkan pasokan kedelainya ke Brasil. Tapi, Brasil diterpa La Nina yang menyebabkan pasokannya terganggu. Alhasil, China mau tak mau kembali mengandalkan pasokan kedelai dari AS.

AS yang pasokannya menipis karena pandemi, ditambah dengan permintaan dari China inilah yang mengerek harga kedelai.

"Akibat stok menipis itu semua orang bisa ikuti, semua tahu, jadi bukan rahasia sembunyi-sembunyikan, semua tahu ini, sehingga itu terjadi kenaikan waktu itu," katanya.

Dia menuturkan, harga kedelai saat ini sekitar Rp 9.000 per kg di gudang importir. Ada selisih harga Rp 1.000 hingga Rp 2.000 di tingkat pengecer, tergantung jarak.

"Selisihnya Rp 2.000-Rp 1.000 tergantung jaraknya sih," katanya.



Simak Video "Ini Negara Pemasok Kedelai ke RI"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)