Garuda Tekor Rp 420 M/Tahun Gara-gara Pakai Pesawat Bombardier CRJ

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 10 Feb 2021 15:47 WIB
Foto pesawat Bombardier Garuda Indonesia
Foto: Istimewa via CNBC Indonesia
Jakarta -

PT Garuda Indonesia (Persero) mengalami kerugian yang besar karena mengoperasikan pesawat Bombardier CRJ 1000. Kondisi tersebut sebagai salah satu alasan Garuda mengembalikan 12 pesawat Bombardier ke Nordic Aviation Capital (NAC).

Garuda memutuskan untuk mengakhiri kontrak secara sepihak setelah tidak direspons mengenai negosiasi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, Garuda mengalami kerugian US$ 30 juta per tahun atau setara Rp 420 miliar (kurs Rp 14.000). Garuda telah memanfaatkan pesawat tersebut kurang lebih 7 tahun.

"Memang tidak dapat dipungkiri bahwa selama 7 tahun kita mengoperasikan ini di setiap tahun itu secara rata-rata kita mengalami kerugian penggunaan pesawat CRJ ini lebih dari US$ 30 juta per tahun. Sementara sewa pesawatnya sendiri di angka US$ 27 juta dolar," kata Irfan dalam konferensi pers, Rabu (10/2/2021).

"Jadi kita sudah mengeluarkan setiap tahun sewa pesawat US$ 27 juta dolar untuk 12 pesawat tersebut, tetapi kita mengalami kerugian lebih dari US$ 30 juta," katanya.

Dia mengatakan, dengan kontrak yang diakhiri pada 1 Februari 2021 maka ada anggaran yang bisa dihemat sampai US$ 222 juta hingga akhir masa kontrak yakni di 2027.

"Apabila kita terminasi pada 1 Februari kemarin sampai dengan akhir masa kontraknya kita akan saving lebih dari US$ 222 juta. Ini upaya kita menghilangkan atau minimal mengurangi kerugian daripada pesawat ini di Garuda," ujarnya.

Saksikan juga 'Garuda Indonesia Putus Kontrak 700 Karyawannya Gegara Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)