Syarat Tes Corona saat Libur Imlek Cuma Dipakai 24 Jam, Ini Penjelasannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 11 Feb 2021 08:30 WIB
Alat tes COVID-19, GeNose C-19 mulai diuji coba di dua stasiun kereta Indonesia. Salah satunya di Stasiun Tugu Yogyakarta.
Foto: Pius Erlangga/Detikcom
Jakarta -

Syarat perjalanan baru di masa pandemi COVID-19 kembali diterbitkan Kementerian Perhubungan. Beberapa perubahan terjadi pada syarat perjalanan dibandingkan aturan sebelumnya.

Salah satunya adalah syarat tes COVID-19 yang hanya berlaku untuk sehari alias 1x24 jam. Masa berlaku test RT-PCR, rapid test antigen, ataupun tes GeNose untuk membuktikan negatif COVID-19 hanya berlaku selama 24 jam pada saat libur panjang dan libur keagamaan.

Hal itu berlaku bagi penumpang perjalanan jarak jauh yang menggunakan transportasi darat dan kereta api yang melakukan perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa. Sedangkan moda transportasi lain tetap berlaku seperti sebelumnya.

"Merujuk pada SE Satgas, SE Kemenhub ini ditujukan untuk turut mencegah meluasnya penularan COVID-19 di seluruh Indonesia dengan melakukan pengetatan syarat perjalanan khususnya di saat libur panjang dan libur keagamaan. Adapun ketentuan lainnya pada prinsipnya masih sama dengan SE sebelumnya", jelas Jubir Kemenhub Adita Irawati dalam keterangannya, Rabu (10/2/2021).

Dengan begitu, dapat disimpulkan bagi yang mau melakukan perjalanan pada saat liburan Imlek nanti dengan menggunakan kereta jarak jauh maka hasil tes COVID-19 sebagai syarat perjalanan hanya berlaku satu hari, alias 24 jam saja.

Namun di luar libur panjang dan keagamaan, masa berlaku tes COVID-19 kembali diberlakukan dengan ketentuan sebelumnya.

Lalu bagaimana dengan syarat perjalanan untuk transportasi darat naik mobil pribadi atau naik bus antar kota?

Sementara itu, untuk pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi umum atau pribadi dengan jalur tes COVID-19 hanya berupa imbauan. Namun random check berupa rapid test antigen ataupun tes GeNose bisa saja dilakukan sewaktu-waktu oleh Satgas COVID-19 di daerah.

Pelaksanaan syarat perjalanan terbaru ini akan dievaluasi setiap dua minggu sekali atau menyesuaikan dengan kondisi dan dinamika yang terjadi di lapangan.

Sementara itu, untuk calon penumpang pesawat diwajibkan menunjukkan tes RT-PCR berlaku 3x24 jam setelah surat keterangan dikeluarkan, atau rapid test antigen yang berlaku 2 x 24 jam.

Tapi khusus untuk penumpang tujuan Bali melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai wajib menunjukkan hasil tes RT-PCR yang berlaku 2x24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang berlaku 1x24 jam.

Sementara anak-anak umur 5 tahun ke bawah tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil rapid test antigen atau PCR test.

"Kami meminta kepada seluruh penumpang untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan baik di sarana maupun prasarana transportasi umum," ungkap Adita.

Lihat juga Video: Terminal Pulo Gebang Mulai Lakukan Tes GeNose

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)