Berbisnis Sambil Kuliah, Intip Kisah Sukses 3 Mahasiswa Ini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 12 Feb 2021 18:58 WIB
Ilustrasi bisnis online
Foto: shutterstock
Jakarta -

Kuliah sambil berbisnis bukan suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Mulai dari bisnis jasa, jual aksesoris fesyen, sampai makanan bisa dilakukan mahasiswa di sela-sela kegiatan kuliahnya. Sudah banyak juga kisah sukses mahasiswa yang kuliah sambil berbisnis.

Detikcom merangkum 3 kisah sukses mahasiswa yang berbisnis sambil kuliah. Berikut kisahnya:

1. Bisnis Jasa Tulis Tugas, Cuannya Bikin Ngiler!

Mima, owner dari Jasatulisjkt adalah seorang mahasiswa semester 3 yang sukses dengan bisnis yang cukup unik. Ia menawarkan jasa menulis tugas melalui media sosial. Namun, jasanya itu bukanlah mengerjakan tugas, hanya menyalin tugas tulisan tangan.

"Tapi bisa bantu merangkum, resume, dan lain-lain tanpa menjawab soal-soal di tugas. Pelayanan ketik di Word, edit file, edit dan design Power Point, design poster juga bisa," ucapnya saat berbincang kepada detikcom ditulis, Selasa (26/1/2021).

Dia juga menerima orderan tulis tangan untuk bahasa lain seperti bahasa Arab, Jepang, dan Korea. Untuk tarif dia menerapkannya berdasarkan halaman atau per lembar kertas folio, HVS, binder, atau buku. Misalnya per halaman folio dan HVS tarifnya Rp 6.000, per lembar buku dan binder harganya Rp 8.000, lalu untuk ketik dalam Word per halaman Rp 4.000, edit file per slide Rp 3.500 dan poster mulai dari Rp 25.000. Dia juga menetapkan harga lebih tinggi jika kliennya ingin dikerjakan tugasnya secara cepat.

Ia memulai usaha Jasatulisjkt sejak Oktober 2017. Saat itu dia menemukan di Instagram adanya akun jasa tulis di Pekanbaru. Sejak saat itu Mima mulai mempromosikan akun @jasatulisjkt melaui kolom komentar di akun-akun Instagram. Kemudian dia juga mulai menggunakan fitur paid promote di akun yang pengikutnya banyak.

Penasaran dengan perjalanan lengkap bisnis Mima? Simak di bawah ini

2. Bisnis Kain Tenun Tanpa Modal

Seorang mahasiswi S2 Konsentrasi Pekerjaan Sosial di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bernama Ainul Luthfia Al Firda memulai berjualan produk dari kain tenun tanpa modal di tengah pandemi Corona (COVID-19). Ia mulai berjualan aksesoris kain tenun pada Agustus 2020 lalu.

Ia bisa memulai bisnis tanpa modal karena menggunakan sistem dropship dari seorang penjual aksesoris kain tenun seperti selimut dari kain tenun, ikat kepala, masker, tas, celana, tas laptop, bandana, dan sebagainya. Harganya pun terjangkau meski dibuat dari kain tenun dengan kualitas yang sangat baik, yakni di kisaran Rp 14.000-100.000.

Khususnya masker dari kain tenun, ia jual dengan harga Rp 14.000 per buah. Ia mengaku, maskernya pernah laris-manis hingga 70 buah dalam satu minggu. Secara perlahan, omzetnya pun merangkak naik. Dari rata-rata Rp 500.000 sampai Rp 1 juta per bulan, lalu melonjak hampir 3 kali lipat di bulan Desember ini.

"Kalau sebelumnya ya paling Rp 500.000 sampai Rp 1 juta. Tapi ya intinya setiap bulan itu ada yang order, meski hanya 3-4 kain. Bulan ini memang sedang peak banget, omzet hampir Rp 3 juta," kata Firda kepada detikcom, Rabu (30/12/2020).

Baca lebih lanjut perjalanan bisnis Firda dengan klik berita di bawah ini

3. Skripsian Sambil Jualan Basreng, Omzetnya Gurih!

Menyusun skripsi dan bimbingan dari rumah selama pandemi COVID-19 tak menghentikan langkah Jessica Cornellia Anggita (24), seorang mahasiswa jurusan akuntansi untuk mencari cuan. Ia berjualan camilan basreng (bakso goreng) sambil melanjutkan aktivitas perkuliahannya.

Ia mengatakan, baru pertama kali ini ia mencoba berjualan. Jessica memutuskan berjualan basreng karena melihat banyak temannya yang membutuhkan camilan untuk menemani aktivitas selama di rumah saja. Modal awalnya berjualan sangat minim, bahkan tak sampai Rp 100 ribu.

Ia memasarkan produknya melalui media sosial. Ia sendiri memang aktif di media sosial pribadinya, sehingga pemasarannya tak begitu sulit. Pada bulan pertama ia berjualan, omzetnya bahkan tembus Rp 10 juta.

"Saya jualan sambil menyusun skripsi karena saya mahasiswa tingkat akhir di Universitas Tarumanagara. Puji Tuhan omzet dari penjualan basreng sudah lebih dari Rp 10 juta dalam 1 bulan pertama ini. Kalau ditotalin modal belanja dan semuanya itu Rp 2,5 juta saja," kata Jessica kepada detikcom, Sabtu (25/4/2020).

Mau tahu kisah lengkap Jessica berbisnis basreng? Baca di bawah ini

(vdl/zlf)