3 Kisah Sukses Emak-emak Berbisnis di Rumah Hasilkan Ratusan Juta

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 12 Feb 2021 21:30 WIB
tourist budget for holidays in Indonesia. favorable exchange rates for the dollar to Indonesian rupees.
Foto: iStock
Jakarta -

Kesibukan sebagai ibu rumah tangga atau emak-emak tidak menghentikan 3 wanita ini untuk berbisnis. Dengan ketekunannya, para emak-emak ini bisa membantu perekonomian keluarga lewat bisnis makanan.

Siapa saja sosok emak-emak tersebut? Berikut kisahnya yang dirangkum detikcom:

1. Bisnis Snack hingga Frozen Food, Single Parent Ini Kantongi Omzet Rp 200 Juta

Menjadi single parent tidak mematahkan semangat Ooy Khadijah untuk terus memenuhi perekonomian keluarganya. Untuk mempersiapkan masa pensiun dari pekerjaannya, dia sudah mulai merintis usaha yaitu makanan ringan khas seperti rengginang dan makanan beku (frozen food).

Usaha yang diberi merek Mak Cicih diambil dari nama orang tuanya. Usaha ini mulai dijalankan pada tahun 2018. Berkat kerja kerasnya selama 1 tahun, produk rengginangnya diminati oleh pihak ritel. Dia mengaku mendapat tawaran kontrak untuk mengisi produk rengginangnya di 10 ritel.

Mulai dari sanalah Khadjiah mendapat banyak pundi-pundi keuntungan yang kemudian ia putar lagi untuk membuat produk makanan beku atau frozen food seperti pisang lumer. Pisang yang dilapisi kulit lumpia lalu dikombinasi dengan cokelat dan keju. Tidak disangka-sangka, produk makanan bekunya langsung laris manis, dan ia pun meraup omzet terbesar sepanjang dirinya menjalankan usaha. Dia berhasil mengantongi omzet hingga Rp 200 juta per bulan.

"Alhamdulillah waktu pandemi bulan Juni itu penjualan tertinggi saya, waktu itu dulu per bulan dari 2018 selama setahun paling antara Rp 4 juta, Rp 6 juta, paling ke Rp 12 juta. Itu di bulan Juni saya juga sampai kaget sampai Rp 200 juta," ungkap Diyah seperti ditulis Selasa (9/2/2021).

Baca kisah selengkapnya di https://finance.detik.com/solusiukm/d-5275969/single-parent-kantongi-rp-200-juta-dalam-sebulan-bisnis-ini

2. Emak-emak Jual Olahan Daun Ubi sampai Ekspor ke Abu Dhabi

Ernawati (51) bersama 7 rekannya sukses memproduksi olahan daun ubi yang laris hingga diekspor Abu Dhabi. Sebelum menjajal usaha olahan daun ubi ini, Ernawati adalah seorang pembantu rumah tangga yang bekerja di sebuah rumah. Kemudian Ernawati mencoba peruntungannya dalam usaha martabak dan mie ayam. Kini, ia menggantungkan nasib di usaha olahan dendeng ubi.

"Usaha saya dari tahun 2007, awalnya dari guru yang mengajari. Kemudian di kelurahan diajari oleh Dinas UMKM ada pelatihan pengemasan, pembukuan, legalitas, desain produk, intinya kami pelan-pelan dibina," ungkap Ernawati kepada detikcom.

Ia menjelaskan, menjelaskan untuk satu kali produksi modal sekitar Rp 50.000 untuk jadi 100 bungkus dendeng daun ubi. Ini karena ia hanya packaging, untuk daun ubi ia memetiknya di kebun sebelah rumahnya. Usahanya pun juga bisa dikatakan melejit karena produk olahannya sudah sampai ke Abu Dhabi.

"Seminggu bisa membuat 300 bungkus dan omset per bulannya rata-rata Rp 17.000.000. Cerita bisa menjual ke Abu Dhabi, awalnya saya titip di sebuah perumahan, Kemudian ada mereka (orang Abu Dhabi) yang menelepon nomor hp saya karena ada di banner. Mereka bawa produk saya untuk oleh-oleh ke Abu Dhabi. Ke Malaysia juga ada," jelas Ernawati.

Penasaran dengan perjalanan lengkap Ernawati berbisnis olahan daun ubi? Kunjungi https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5289462/bermodal-rp-50-ribu-olahan-daun-ubi-ini-terkenal-hingga-abu-dhabi?_ga=2.201767698.283469491.1612750980-1714692959.1590459893

3. Ibu Dua Anak Ini Kantongi Omzet Rp 50 Juta/bulan dari Jualan Ikan Bandeng

Yesi Herawati, wanita berusia 46 tahun ini kini merupakan pelaku usaha yang sukses. Kini dia sudah memiliki penghasilan atau omset sekitar Rp 50 juta per bulan berkat jualan makanan ikan bandeng yang diberi merek Bandeng Rorod.

Ikan bandeng yang terkenal banyak durinya pun berhasil disulap menjadi pundi-pundi keuntungan. Awalnya, ia menjual Bandeng Rorod ke tetangga dan teman-temannya pada tahun 2011. Seiring waktu berjalan, bersama sang suami sepakat membuka rumah makan betawi sekaligus mengenalkan Bandeng Rorod kepada orang banyak.

Setelah banyak dikenal, usaha yang dijalankan dengan modal awal Rp 10 juta ini pun semakin banyak penggemarnya. Bahkan hingga luar pulau Jawa. Dirinya pun berinovasi dengan membuat Bandeng Rorod dalam bentuk beku alias frozenfood. Dengan menyediakan frozenfood, Yesi mengaku saat ini sudah menutup rumah makan betawi dan menjual produknya dengan sistem reseller.

Selain Bandeng Rorod, produk lainnya juga dibuat seperti bakso tahu bandeng, steak bandeng, dan cilok bandeng. Dengan hasil inovasinya itu, kini dirinya berhasil mengantongi omzet yang besar setiap bulannya.

"Kurang lebih Rp 50 juta per bulan," kata Yesi kepada detikcom, Jakarta, Jumat (30/1/2020).

Baca selengkapnya di https://finance.detik.com/solusiukm/d-5235962/ibu-dua-anak-ini-kantongi-rp-50-jutabulan-lewat-olahan-bandeng

(vdl/zlf)