Sudah Kaya Raya, Elon Musk Terus Diramal Makin Tajir

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 13 Feb 2021 12:00 WIB
Elon Musk
Foto: Getty Images
Jakarta -

Elon Musk sebagai CEO Tesla tentu tidak lagi menerima gaji seperti para karyawan pada umumnya. Akan tetapi, pendapatannya begitu fantastis, di 2020 lalu, penghasilannya sempat mencapai level tertingginya.

Di 2020, Elon Musk menerima opsi saham tambahan sebanyak 8,4 juta saham Tesla bernilai US$ 6,2 miliar. Oleh karena, harga saham Tesla saat itu sempat tiba-tiba meroket tinggi, kekayaan Musk pun meningkat sekitar US$ 150 miliar sejak Maret 2020, dari sebelumnya yang sebesar US$ 24,8 miliar, saat ia masih menduduki peringkat orang terkaya ke-31 di dunia. Sebagaimana diketahui, saham Tesla naik lebih dari 743% pada tahun 2020, menjadikan Tesla sebagai pemenang pasar saham terbesar, serta salah satu perusahaan paling berharga di dunia.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (13/2/2021) di tahun 2021 dan 2022 mendatang bisa jadi semakin menguntungkan bagi Elon Musk. Terbukti, pada minggu pertama tahun 2021 lalu saja, saham Tesla sudah tercatat naik 12% dari level sebelumnya.

Selain itu, dari pengajuan keuangan tahunan perusahaan minggu ini mengungkapkan bahwa Elon Musk mungkin akan menerima tiga opsi tambahan saham tahun ini, masing-masing sebesar dan menguntungkan seperti yang diterimanya pada tahun 2020. Pada nilai saat ini, ketiga bagian opsi tersebut akan bernilai US$ 18,6 miliar.

Analis juga memperkirakan bahwa keuangan Tesla di 2022 juga akan mencapai level tertingginya yang otomatis memberi Musk tiga blok opsi tambahan lainnya. Tesla dapat mencapai salah satu dari target laba tersebut pada tahun 2021, yang berarti Musk dapat menyamai empat tahap opsi yang dia terima tahun lalu.

Selain mengantongi opsi saham, Musk sebenarnya sudah memiliki 170 juta saham Tesla secara langsung, senilai sekitar US$ 137,2 miliar. Ia sebenarnya bisa membeli saham sendiri. Sebab, keuntungan dari saham yang pegang bisa mencapai hampir US$ 123 miliar pada tahun 2020.

Opsi saham yang dia terima tahun lalu berasal dari paket kompensasi kedua yang disetujui oleh pemegang saham Tesla pada tahun 2018. Ini memungkinkan dia untuk menerima opsi tambahan sebanyak 101 juta saham seharga US$ 70 masing-masing. Opsi tersebut dapat datang dalam 12 bagian terpisah, berukuran sama.

Jika harga saham Tesla terus naik, maka nilai opsinya juga ikut naik. Pada akhir Mei, ketika Tesla mengonfirmasi bahwa Musk menerima blok opsi pertama untuk tahun 2020, mereka dihargai hanya US$ 770 juta setelah harga pelaksanaan. Hari ini mereka bernilai US$ 6,2 miliar.

Musk belum menggunakan salah satu opsinya. Para petinggi perusahaan yang biasa menerima opsi saham biasanya menggunakannya saat waktunya habis, atau untuk membebaskan uang tunai. Elon Musk tidak pernah menjual saham Tesla.

(fdl/fdl)