ADVERTISEMENT

Dear Peternak Ayam, Pakai Teknologi Pakan Ini Biar Hemat Belasan Juta

Angga Laraspati - detikFinance
Senin, 15 Feb 2021 15:15 WIB
Mengenal Sukarman, Peternak yang Sudah Kenyang Asam-garam Dunia Perteluran

menunjukan peternakan ayam petelur miliknya di Kecamatan Ponggok, Blitar (2/2/2021). Sukarman menekuni dunia perteluran tidak kurang sejak 3 dekade silam. Ia mengenal baik pasang surut mengelola industri ayam petelur sehingga terbiasa menghadapi kondisi yang selalu fluktuatif. Saat ini ia menjadi salah satu pengurus di Koperasi Peternak Unggas Sejahtera yang menaungi para peternak telur di Blitar.
Foto: Ari Saputra
Blitar -

Petani dan peternak sudah mulai mengaplikasikan teknologi dalam usahanya, seperti yang dilakukan peternak ayam petelur di Kota Blitar, Jawa Timur. Peternak yang juga Ketua Koperasi Putera Blitar, Sukarman, memiliki 6.000 ayam yang berada di atas tanah seluas kurang lebih 10 ribu meter di belakang rumahnya.

Untuk memberi makan ayam-ayamnya ia menggunakan otomatisasi yang dinamakan hopper. Teknologi itu mampu memberikan pakan lebih efisien daripada pemberian pakan manual.

"Jadi gini pakan tradisional itu menggunakan piring atau ember jadi masih manual. Sekali kita kasih makan ada beberapa gram yang tumpah, lalu bagaimana? Kami akhirnya menemukan hopper untuk memberikan makanan ayam yang lebih efisien," ungkap Karman saat ditemui detikcom beberapa waktu yang lalu.

Dalam sehari, ayam petelur membutuhkan pakan hingga 120 gram. Sedangkan harga pakan untuk 1.000 ekor ayam bisa menghabiskan kurang lebih Rp 756 ribu per hari atau Rp 22.680.000 per bulan. Dengan adanya teknologi tersebut, Karman bisa menghemat pakan hingga Rp 18 juta untuk 2.000 ayam selama 24 bulan.

"Itu ayam 2.000 bisa hemat Rp 18 juta, biasanya itu satu ayam pakannya 120 gram. Hematnya itu karena tidak ada yang tumpah. Ini kalau pake teknologi ini bisa nggak tumpah. Ayam itu sehari 120 gram, jadi kalau ayamnya itu ada 3.000 ya dikali aja 120 gram itu," imbuh Karman.

Pemasangan hopper untuk pemberian pakan ayam menelan biaya Rp 12 juta. Alat tersebut ditaruh di atas rail sehingga dapat dengan mudah dipindahkan. Hopper dimasukkan ke dalam sebuah wadah dan nantinya pakan akan keluar secara otomatis ketika Karman mendorong rail.

Karman menuturkan masih banyak peternak ayam di Blitar khususnya daerah Ponggok yang masih menggunakan pemberian makan secara manual. Padahal menurutnya, dengan adanya teknologi tersebut akan lebih membantu peternak dalam menghemat pakan.

"Namun sebagian peternak ayam di sini itu masih jarang, jadi peternak kecil ini gak sadar. Padahal lebih enak. Jadi sekitar 2% kalo nggak pake alat itu (pakannya) tumpah," tutur Karman.

Hopper tersebut Karman dapatkan dari bantuan Bank Indonesia. Selain itu, selama menjadi peternak dan juga Ketua Koperasi, Karman juga menerima bantuan dari BRI berupa aplikasi yang dinamakan Pasar Mikro. Manfaat aplikasi yang masih tahap pilot project ini sudah dirasakan oleh Karman dan juga anggota dari Koperasi Putera Blitar.

"Yang tujuannya, terutama untuk menalangi talangan dana dalam waktu singkat kepada peternak. Jadi kita ambil telur, telurnya kita ambil, kemudian kalau sudah berapa jumlahnya, berapa harganya, kemudian dimasukkan ke aplikasi, langsung peternak yang ambil telurnya uangnya cair dari BRI," pungkasnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri



Simak Video "Teras BRI Kapal, Penjaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT