Seberapa Penting Rencana Holdingisasi BUMN Ultra Mikro?

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 14 Feb 2021 23:02 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Rencana pemerintah membentuk holding ultra mikro disambut baik. Holding yang menggabungkan PT Permodalan Nasional Madani (PMN) dan PT Pegadaian di bawah konsolidasi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dipercaya akan membawa manfaat besar.

"Merger akan membawa manfaat yang besar bagi ketiga BUMN tersebut," kata Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar Nusron Wahid, Minggu (14/2/2021).

Menurutnya bagi PNM dengan bergabung ke BRI akan dapat memanfaatkan sumber dana dari BRI guna akselarasi pembiayaan ultra mikro melalui paket program Mekaar dan Ulamm (Unit Layanan Modal Mikro). PT PNM bisa segera memenuhi targetnya yaitu 40 juta nasabah.

Sebaliknya bagi BRI mendapatkan benefit calon nasabah potensial, dari Mekaar yang sudah naik kelas langsung bisa menjadi nasabah mikro BRI, baik lewat KUR maupun non KUR.

"Sehingga nasabah bisa cepat berkembang usahanya," tegasnya.

Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejatera) adalah layanan pemberdayaan berbasis kelompok bagi perempuan pelaku usaha mikro. Sejak diluncurkan pada November 2015, kini Mekaar telah memiliki 405 kantor cabang dan telah melayani 509,687 nasabah.

Hal yang sama juga bagi PT Pegadaian. Menurut Nusron, usaha gadai mikro akan cepat tumbuh karena selain mendapat back up dari BRI juga dapat memanfaatkan jaringan kantor dan marketing serta IT yang dimiliki oleh BRI.

"Jadi ini mutual benefit. Yang diuntungkan BUMN yang bersangkutan dan nasabah. Ini membuat usaha mikro menjadi atraktif," terang mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut.



Simak Video "Soal CSR, Alex Noerdin: Kenapa Dibesar-besarkan, Apa Yang Salah?"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)